Permata Bank (BNLI) Tebar Dividen Rp 1,26 Triliun, Segini per Lembar Sahamnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemegang saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank menyetujui mata acara yang diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (7/4/2026).
Pada agenda kedua RUPST ini, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp 3,6 triliun. Hasil tersebut dibagikan sebagai dividen sebesar kurang lebih Rp 1,266 triliun (bruto) atau sebesar Rp 35 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 kepada para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen final tunai.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengungkapkan, Permata Bank sepanjang tahun 2025 secara konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Menurut Meliza, Permata Bank ingin membangun bank yang tumbuh bersama nasabah serta memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan, dengan menjadi bank pilihan dan utama untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan sehari-hari, baik untuk individual, bisnis, dan keluarga lintas generasi.
"Dengan dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Permata Bank akan terus memberikan layanan yang terbaik sekaligus menciptakan nilai tambah dan dampak positif bagi nasabah serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Meliza dalam keterangan yang diterima, Rabu (8/4/2026).
Adapun enam mata acara RUPST yang telah disetujui oleh pemegang saham adalah sebagai berikut:
1. Persetujuan atas laporan tahunan 2025 dan pengesahan atas laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
2. Penetapan penggunaan keuntungan bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
3. Penunjukan kantor akuntan publik dan/atau akuntan publik yang akan mengaudit buku-buku perseroan untuk tahun buku 2026 dan penetapan honorarium bagi kantor akuntan publik dan/atau akuntan publik tersebut serta persyaratan lain untuk penunjukannya.
4. Pengangkatan kembali anggota dewan komisaris dan direksi perseroan untuk masa jabatan 2026-2029.
5. Pengangkatan direktur baru perseroan.
6. Penetapan besar dan jenis remunerasi serta fasilitas lain yang diberikan perseroan kepada anggota dewan komisaris, anggota direksi, dan dewan pengawas syariah.
Baca Juga
Begini Upaya Permata Bank (BNLI) Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Dalam mata acara kelima, RUPST menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur perseroan untuk masa jabatan setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait menjadi efektif, sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ketiga atau yang akan dilaksanakan dalam tahun 2029 atau sewaktu-waktu dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan. Sebelum diangkat menjadi direktur, Sorakrit Phruthanontachai bekerja di Bangkok Bank selama lebih dari 27 tahun.
Susunan dewan komisaris dan direksi Permata Bank saat ini adalah sebagai berikut:
● Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich
- Komisaris: Chong Toh
- Komisaris: Niramarn Laisathit
- Komisaris: Chalit Tayjasanant
- Komisaris Independen: Haryanto Sahari
- Komisaris Independen: Goei Siauw Hong
- Komisaris Independen: Yap Tjay Soen
- Komisaris Independen: Riswinandi
● Direksi:
- Direktur Utama: Meliza Musa Rusli
- Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani
- Direktur: Dayan Sadikin
- Direktur: Setiatno Budiman
- Direktur yang juga membidangi Unit Usaha Syariah: Rudy Basyir Ahmad
- Direktur: Eddie Sajoga
- Direktur: Evi
- Direktur: Ahmad Mikail Madjid
- Direktur: Sorakrit Phruthanontachai *)
Sebagai catatan, Sorakrit Phruthanontachai dengan masa jabatan setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Regulator terkait menjadi efektif.
Susunan dewan pengawas syariah Permata Bank adalah sebagai berikut:
● Dewan Pengawas Syariah:
- Ketua: Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M.Ag
- Anggota: Asep Supyadillah
- Anggota: Habibullah
Komisaris Utama Permata Bank Chartsiri Sophonpanich mengatakan bahwa dewan komisaris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada direksi atas kontribusinya dalam mengelola Permata Bank secara profesional, dan bertanggung jawab. Kinerja sepanjang 2025 berhasil menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan di seluruh lini bisnis pada masa mendatang, sekaligus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun 2025, Permata Bank berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 3,6 triliun, diikuti peningkatan total aset sebesar 3,6% year-on-year menjadi sebesar Rp 268,3 triliun. Dari sisi permodalan, rasio CAR dan CET-1 tercatat masing-masing 34,6% dan 26,6%, menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial terbesar di Indonesia dan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

