Begini Upaya Permata Bank (BNLI) Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, PT Permata Bank Tbk (BNLI) terus menghadirkan layanan yang inklusif, mudah dipahami, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat, melalui kampanye ‘Syariah untuk Semua’.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M Rusli mengungkapkan, melalui kampanye tersebut pihaknya ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa nilai-nilai syariah seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan dapat menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga
Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Bersih Rp 3,6 Triliun di 2025
Menurut Meliza, kini layanan keuangan berbasis syariah tak hanya diminati oleh masyarakat yang ingin menjalankan prinsip keuangan sesuai nilai-nilai syariah, tapi juga mencari sistem keuangan yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan.
Setali tiga uang, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir mengatakan, kampanye tersebut juga memperkuat peran pihaknya dalam melayani setiap kebutuhan finansial nasabah.
“Kami hadir mendampingi perjalanan hidup masyarakat dari berbagai kalangan dan latar belakang. Pendekatan ini menekankan kehadiran layanan syariah yang inklusif dan relevan di berbagai fase kehidupan, serta memberikan ketenangan dalam mengelola rezeki,” katanya.
Baca Juga
Didorong Segmen Korporasi, Kredit Permata Bank (BNLI) Naik 5,5%
Permata Bank, lanjut Rudy, ingin memastikan bahwa setiap masyarakat dapat merasakan manfaat layanan syariah yang inklusif, modern, dan relevan.
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif dan semakin berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Tak lagi sekadar alternatif, sektor ini sekarang menjadi bagian penting dalam sistem keuangan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan layanan berbasis syariah.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset perbankan syariah pada Oktober 2025 mencapai Rp 1.028,18 triliun, tumbuh 11,34% secara year on year (yoy). Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah industri perbankan syariah nasional.
Di tingkat global, posisi Indonesia juga semakin menguat dengan menempati peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025, melonjak signifikan dari posisi sebelumnya di peringkat ke-11.

