Ungkap Kepemilikan Terkonsentrasi, Saham BREN, DSSA, dan RLCO Langsung Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten ini berguguran setelah melaporkan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding consentration). Penurunan tersebut berdampak terhadap pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG), Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data BEI, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebelumnya mengumumkan kepemilikan saham terkonsentrasi mencapai 97,31% dari total saham emiten Prajogo Pangestu ini.
Baca Juga
Meski Kinerja Meleset, Barito Renewables (BREN) Disebut Tetap Menarik dengan Target Harga Tinggi Ini
Usai pengumuman tersebut, saham BREN dibuka jatuh pada peradgangan hari ini. Hingga pukul 10.00 WIB, saham BREN anjlok Rp 470 (9,79%) menjadi Rp 4.330. Bahkan, BREN sempat sentuh level terendar Rp 4.140.
Begitu juga dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mengumumkan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, yaitu sejumlah tertentu pemegang saham secara agrefat menguasai 95,76% saham DSSA.
Adapun berdasarkan data BEI, saham DSSA bergerak jatuh Rp 7.150 (10,16%) menjadi Rp 63.225 pada perdagangan hari ini. Rentang pergerakan Rp 60.500-66.200 pada intraday sesi I hari ini.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Catatk Pertumbuhan Kinerja, Laba Naik 6,5%
Begitu juga dengan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mengumumkan kepemilikan saham terkonsetrasi tinggi mencapai 95,35%. Pagi ini, saham RLCO bergerak anjlok lebih dari Rp 750 (12,20%) menjadi Rp 5.400.
BEI sebelumnya telah mengumumkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi. Kebijakan serupa telah diterapkan di Bursa Hong Kongdan penerbitan daftar tersebut merupakan bagian dari upaya BEI dalam memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal domestik.
Gagasan penerbitan shareholders concentration list muncul setelah Self Regulatory Organization (SRO) mencermati berbagai masukan dari MSCI sejak Oktober lalu. Sejak saat itu, SRO melakukan sejumlah studi dan kajian terhadap pengalaman sejumlah bursa yang pernah menghadapi kondisi serupa.

