Meski Kinerja Meleset, Barito Renewables (BREN) Disebut Tetap Menarik dengan Target Harga Tinggi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) direkomendasikan beli dengan target harga tinggi mencapai Rp 19.800, meski realisasi kinerja keuangan perseroan tahun 2025 sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Ginting mengatakan, target harga tersebut menggambarkan prospek pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Di antaranya, BREN melalui Star Energy Geothermal menjalin kemitraan dengan SLB, sebelumnya Schlumberger, untuk mempercepat ekspansi panas bumi.
Baca Juga
MSCI, FTSE Exit Risk Looms as Indonesia Flags High-Concentration Stocks BREN and DSSA
Kerja sama ini mencakup penerapan teknologi pengeboran dan subsurface yang lebih maju, termasuk dukungan untuk proyek panas bumi Sekincau di Lampung. “Kemitraan tersebut juga membuka peluang ekspansi proyek panas bumi ke luar negeri, sekaligus memperkuat posisi BREN dalam pengembangan energi terbarukan global,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Dengan prospek pengembangan dan eskpansi ke luar negeri, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham saham BREN dengan target harga Rp 19.800. Target harga tersebut juga berbasis metode discounted cash flow (DCF). BREN dinilai memiliki daya tarik dari sisi ekspansi kapasitas yang signifikan, visibilitas pendapatan yang kuat, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang solid.
Terkait kinerja keuangan tahun lalu, Andreas mengatakan, laba bersih BREN kuartal IV-2025 (4Q25) sebesar US$ 26 juta, turun 38% secara kuartalan (qoq) dan 29% secara tahunan (yoy). Secara kumulatif, laba bersih sepanjang tahun 2025 (FY25) mencapai US$ 132 juta atau tumbuh 8% yoy. “Namun, capaian ini baru sekitar 94% dari proyeksi setahun penuh,” tulisnya.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Catatk Pertumbuhan Kinerja, Laba Naik 6,5%
Dari sisi pendapatan, BREN mencatatkan pendapatan kuartal IV-2025 sebesar US$ 148 juta, turun 6% qoq dan 5% yoy. Sementara itu, total pendapatan tahun 2025 tercatat US$ 605 juta atau naik tipis 1% yoy. Realisasi ini juga berada di bawah estimasi Sucor Sekuritas, yakni sekitar 89% dari target tahunan.
Margin perseroan mengalami tekanan akibat lonjakan biaya yang bersifat sementara pada kuartal IV-2025. Margin EBIT turun menjadi 64,1% dibandingkan 71,4% pada kuartal sebelumnya, sementara margin EBITDA turun menjadi 79,3% dari sebelumnya 86,2%. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan beban operasional, khususnya biaya pemeliharaan dan intervensi sumur.
Selain itu, margin bersih turun menjadi 17,4% dari 26,1%, tertekan oleh peningkatan biaya keuangan dan kerugian lainnya. Meski demikian, secara tahunan margin bersih tahun 2025 masih mencatat kenaikan tipis menjadi 21,8% dibandingkan 20,5% pada 2024, seiring proyeksi perbaikan margin secara bertahap.

