Andalkan Inovasi Modular Terbaru, Wika Gedung (WEGE) Tuntaskan Mess Transmigrasi di Rempang Batam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung telah menuntaskan proyek pembangunan Mess Transmigrasi di Kawasan Transmigrasi Rempang, di Batam, Kepulauan Riau, dengan nilai kontrak Rp 57,4 miliar. Dalam proyek ini, Wika Gedung menerapkan inovasi modular terbaru.
Direktur Utama Wika Gedung, Hadian Pramudita mengungkapkan, tuntasnya proyek tersebut menegaskan peran perseroan dalam mendukung penyediaan hunian penunjang yang layak, fungsional, dan siap digunakan untuk aktivitas layanan di kawasan transmigrasi.
"Melalui penerapan inovasi modular terbaru, kami mendorong efisiensi pelaksanaan serta memastikan standar mutu yang terukur agar fasilitas ini dapat segera digunakan dan mendukung layanan di Kawasan Transmigrasi Rempang," kata Hadian dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga
Wika Gedung (WEGE) Kantongi Kontrak Baru Rp 464,67 Miliar hingga Maret 2026
Dalam proyek ini, menurut Hadian Pramudita, WEGE mengandalkan inovasi modular tipe terbaru, yaitu WGF (WG Flatpack) 2.0 dengan ukuran 3x6 meter per modul. Penerapan WGF 2.0 memungkinkan proses konstruksi berjalan lebih efisien dan terstandardisasi, memperkuat konsistensi kualitas, serta meningkatkan ketepatan pelaksanaan di lapangan.
“Implementasi modular ini sekaligus menegaskan kapabilitas perseroan dalam menghadirkan solusi konstruksi yang adaptif, terutama untuk kebutuhan fasilitas hunian yang memerlukan penyelesaian cepat dengan mutu terukur,” ujar Hadian.
Dia menjelaskan, Mess Transmigrasi merupakan bangunan dua lantai di atas lahan sekitar 16.231 m², dengan luas tapak sekitar 2.486 m² dan luas total bangunan 3.960 m². Fasilitas yang disediakan meliputi 60 kamar per tower, ruang meeting, ruang working space, serta area lobi dan toilet komunal guna menunjang kenyamanan dan produktivitas pengguna.
Dia menambahkan, lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal plumbing (MEP), serta pekerjaan modular sesuai kebutuhan proyek. Pelaksanaan pekerjaan turut didukung pengawasan tim supervisi Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) Universitas Gadjah Mada (UGM) guna memastikan kesesuaian spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketepatan pelaksanaan di lapangan.
Baca Juga
WEGE memastikan pelaksanaan proyek memenuhi standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK). “Perseroan juga menjalankan proyek dengan tata kelola yang baik serta pengendalian risiko yang terukur,” tegas Hadian.
Hadian Pramudita mengatakan, mengingat karakteristik lokasi berupa area timbunan dan kedekatan dengan kawasan mangrove, WEGE memastikan pengelolaan area kerja dilakukan secara bertanggung jawab, termasuk pengendalian dampak operasional dan penerapan praktik kerja yang tertib.
“Kami berharap fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna, meningkatkan kualitas hunian penunjang, serta mendukung operasional dan pelayanan di Kawasan Transmigrasi Rempang, Batam,” tutur dia.

