Laba Abadi Lestari (RLCO) Melonjak Lebih dari 325% di 2025, Tembus Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membukukan kenaikan kinerja keuangan signifikan sepanjang 2025 yang ditunjukkan dengan pertumbuhan laba tahun berjalan lebih dari 325% menjadi Rp 40,98 miliar, dibandingkan Rp 9,63 miliar pada 2024.
Rilis kinerja keuangan RLCO di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), menyebutkan bahwa kenaikan laba ini mencerminkan pertumbuhan lebih dari 325% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan faktor pendorong peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional.
Baca Juga
Dari sisi top line, RLCO mencatat penjualan sebesar Rp 635,17 miliar pada 2025, naik dari Rp 530,38 miliar pada 2024 atau tumbuh sekitar 19,8% yoy. Laba kotor perseroan meningkat menjadi Rp 117,94 miliar dari Rp 106,97 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja operasional juga tercermin dari laba sebelum pajak yang melonjak menjadi Rp 53,98 miliar dibandingkan Rp 30,13 miliar pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp 10,85 miliar, laba tahun berjalan sebelum dampak penyesuaian proforma tercatat Rp 43,13 miliar. Namun, setelah memperhitungkan dampak penyesuaian proforma dari transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali sebesar Rp 2,14 miliar, laba bersih final RLCO tercatat Rp 40,98 miliar.
Dari sisi beban, perseroan mencatat peningkatan beban pokok penjualan menjadi Rp 517,23 miliar dari Rp 423,40 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi serta beban pendanaan turut menjadi komponen biaya yang memengaruhi kinerja.
Baca Juga
Usai Tuntaskan IPO Saham, Abadi Lestari (RLCO) Percepat Ekspansi
Secara keseluruhan, peningkatan pendapatan dan laba menunjukkan perbaikan kinerja fundamental RLCO sepanjang 2025. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham RLCO tahun buku 2025 meningkat menjadi Rp 18,33 per saham, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 16,65 per saham.
RLCO merupakan emiten yang bergerak di bidang emiten sarang burung wallet. Harga saham emiten yang listing di BEI sejak awal Desember 2025 ini telah melambung pesat dari harga IPO Rp 168 per saham menjadi Rp 6.350 per saham hingga penutupan perdagangan kemarin.

