Target Samuel Sekuritas: Saham Abadi Lestari (RLCO) Berpeluang Naik 820% Lagi, Meski telah Melesat 5.078%
Poin Penting
|
JAKARTA, investrotrust.id — Samuel Sekuritas Indonesia mematok target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) Rp 80.000 dengan rekomendasi speculative buy. Target ini mencerminkan potensi kenaikan hingga 820% dari harga terakhir yang berada di level Rp 8.700.
Dalam riset yang dirilis Senin (26/1/2026), target harga tinggi ini menggambarkan prospek kuat RLCO, seiring pertumbuhan ekspor sarang burung walet dan meningkatnya permintaan produk wellness berbasis makanan dan minuman (F&B).
RLCO diproyeksikan membukukan pertumbuhan pendapatan (topline CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2024–2027 didorong oleh permintaan luar negeri dan dinamika industri yang kondusif.
Baca Juga
Banting Setir ke Produk Hilirisasi, Abadi Lestari (RLCO) Ekspansi ke AS dan Asia Tenggara
Sejak 2016, RLCO melakukan ekspor produk sarang burung walet semi-olahan dengan merek Lion Nest, Jade Nest, dan Crystal Nest melalui tiga fasilitas produksi modern di Bojonegoro, Jawa Timur.
Indonesia saat ini memasok sekitar 58% kebutuhan sarang burung walet dunia, dengan lebih dari 85% permintaan berasal dari China dan Hong Kong. Peningkatan konsumsi sarang burung walet di kelas menengah muda China serta tren kesehatan global turut menopang pertumbuhan ekspor Indonesia dengan CAGR 15,7% dalam 10 tahun terakhir.
RLCO juga memperkuat lini produk konsumen domestik. Pasar suplemen kesehatan berbasis sarang burung walet di Indonesia mencapai US$ 3,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$ 4,72 miliar pada 2030.
Ke depan, produk konsumen diperkirakan berkontribusi 15,9% terhadap total pendapatan, melalui merek Realfood dan Momiku. Diversifikasi produk seperti jeli, kaldu ayam, kolagen, dan inovasi protein alami turut menopang pertumbuhan.
Pada semester I-2025, pendapatan konsumen tumbuh 48% menjadi Rp 231 miliar, seiring penetrasi ekspor ke Thailand. Perseroan menargetkan ekspansi ke Vietnam mulai 2026, sebelum memperluas pasar ke Amerika Serikat dan Filipina.
Baca Juga
Usai Tuntaskan IPO Saham, Abadi Lestari (RLCO) Percepat Ekspansi
Dari sisi katalis, potensi inklusi RLCO ke dalam MSCI Indonesia menjadi pendorong utama. Kapitalisasi pasar yang disesuaikan sekitar Rp 3,5 triliun atau harga saham Rp 8.800 dinilai membuka peluang masuk MSCI Small Cap Index. RLCO juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 2025 di atas 15%.
Samuel Sekuritas mempertahankan target harga Rp 80.000 per saham, sejalan dengan kapitalisasi pasar pasca-inklusi MSCI Large Cap yang disesuaikan sebesar Rp 50,1 triliun. Risiko utama yang dicermati adalah potensi keterlambatan inklusi MSCI yang dapat menekan harga dalam jangka pendek.
Adapun, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa saham RLCO, pendapatan baru, dengan kenaikan harga paling pesat. Pada hari pertama perdagangan, saham RLCO langsung melonjak 34,52% ke level Rp 226. Saham RLCO terus mencetak auto rejection atas (ARA) hingga akhirnya BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan ketiga kalinya per 21 Januari 2026, saat harga saham RLCO menyentuh level Rp 8.700. Dibandingkan harga IPO di posisi Rp 168, saham RLCO telah melonjak sekitar 5.078% atau lebih dari 51 kali lipat. Saat disuspensi di harga Rp 8.700, saham RLCO mencatatkan market cap Rp 27,2 triliun.

