Bumi Resources (BUMI) Cetak Kenaikan Laba 20,1% di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 20,1% (yoy) pada 2025 menjadi US$ 81 juta atau Rp 1,35 triliun (berdasarkan kurs Jisdor 31 Desember 2025). Bandingkan dengan realisasi periode sama tahun sebelumnya US$ 67,47 juta.
Dalam laporan keuangan tidak diaudit yang baru diterbitkan itu di Jakarta, Senin (30/3/2026), kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan perseroan menjadi US$ 1,42 miliar atau Rp 23,82 triliun yang naik 4,8% (yoy), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,25 miliar.
Manajemen mengungkapkan, hasil kinerja tersebut mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya, di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Baca Juga
Jadi Perusahaan SDA Terdiversifikasi, Bumi Resources (BUMI) Luncurkan Logo Baru
“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” ungkap manajemen, melalui keterangan resmi pada Senin (30/3/2026).
Laporan keuangan yang dipublikasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuat berdasarkan PSAK 111, yang secara khusus mengecualikan KPC yang diperhitungkan menggunakan metode ekuitas.
Catatan kinerja tersebut menunjukkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 1,2% (yoy) menjadi US$ 1,17 miliar tahun lalu, menghasilkan laba bruto US$ 249,1 juta yang naik 47,1% (yoy).
Beban usaha sepanjang 2025 tercatat sebesar US$ 107,8 juta yang turun 0,4% (yoy) sehingga laba usaha meningkat 131,4% (yoy) menjadi US$ 141,3 juta. Margin usaha perusahaan berdasarkan PSAK 111 pun menjadi sebesar 9,9% pada 2025, naik dari 4,5% pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Ikut Jejak CIC, Investor Global Ini Lepas Saham Bumi Resources (BUMI) Rp 6,91 Triliun
Selanjutnya, laba sebelum pajak penghasilan BUMI tercatat sebesar US$ 181,1 juta yang naik 48,6% (yoy). Laba tahun berjalan neto mencapai US$ 122,3 juta atau meningkat 35,7% (yoy).
Sementara kinerja keuangan Bumi Resources secara konsolidasi tahun buku 2025 yang mencakup KPC, mencatatkan pendapatan sebesar US$ 4,8 miliar atau turun 15,9% (yoy).
Beban pokok pendapatan juga turun yakni 16,9% (yoy) menjadi US$ 4,26 miliar, sehingga laba bruto tercatat sebesar US$ 546,6 juta atau turun 7,7% (yoy).
Baca Juga
Pemerintah Buka Peluang Relaksasi Kuota Batu Bara dan Nikel, Bahlil Beberkan Alasannya
Beban usaha BUMI Resources yang mencakup KPC juga turun, yakni 8,5% (yoy) menjadi US$ 232,6 juta tahun lalu. Laba usaha tercatat sebesar US$ 314,0 juta yang turun 7,1% (yoy), dengan margin usaha sebesar 6,5% dari sebelumnya 5,9%.
Laba sebelum pajak penghasilan perusahaan secara konsolidasi tercatat sebesar US$ 286,1 juta atau turun 1,3% (yoy). Alhasil, laba tahun berjalan neto menjadi US$ 161,8 juta yang turun 5,3% (yoy).
Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencetak angka US$ 81 juta, meningkat 20,1% (yoy) sepanjang dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Produksi 74,8 Juta Ton
Dari sisi operasional, eksportir batu bara termal terbesar di dunia itu memproduksi batu bara 74,8 juta ton tahun lalu yang naik 0,2% (yoy). Sedangkan penjualan batu bara tercatat sebanyak 74,6 juta ton atau turun 2%, diikuti harga rata-rata FOB yang turun 17% (yoy) menjadi US$ 59,7 per ton.
Baca Juga
Bahlil Jamin Pasokan Batu Bara RI Terjaga meski Volume Produksi Dipangkas
Lapisan penutup yang dihilangkan (overburden removed) tercatat sebesar 596,2 juta bcm, turun 8% (yoy) dengan rasio kupasan tanah (strip ratio) 8,0 kali, turun dari 8,7 kali pada 2024.
Akhir tahun lalu, Bumi Resources membukukan persediaan batu bara sebanyak 2 juta ton, lebih besar dari 1,6 juta ton pada tahun sebelumnya.
“Stabilitas operasional tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten,” sambung manajemen.

