Bitcoin Masih di Bawah US$ 70.000, Pasar Kripto Tunggu Arah Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak dalam rentang sempit di tengah pasar kripto yang cenderung datar. Pada awal pekan ini, Senin (30/3/2026) pukul 09.30 Bitcoin tercatat berada di level US$ 66.640 naik tipis 0,13% dalam 24 jam terakhir.
Sepanjang periode tersebut, BTC sempat menyentuh level terendah Rp 1,11 miliar dan tertinggi Rp 1,14 miliar. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar Rp 22.354 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam naik 10% menjadi Rp 427,52 triliun.
Di balik pergerakan harga yang relatif tenang, data pasar derivatif menunjukkan adanya ketimpangan likuidasi yang cukup besar. Akumulasi posisi short di atas harga Bitcoin saat ini tercatat lebih dari US$ 12 miliar, sedangkan potensi likuidasi long di bawah harga hanya berada di kisaran US$ 3 miliar.
Baca Juga
Harga Bitcoin Berpotensi Sentuh US$ 40.000, Pemulihan Diprediksi Mundur ke 2027
Melansir PintuNews, kondisi tersebut mengindikasikan tekanan likuiditas lebih terkonsentrasi di sisi atas, sehingga dalam jangka pendek Bitcoin dinilai berpotensi bergerak naik untuk memburu kumpulan posisi short. Situasi ini membuka peluang terjadinya short squeeze, meski belum mencerminkan pembalikan tren bullish yang kuat.
Secara teknikal, Bitcoin masih tertahan di bawah area resistance utama setelah beberapa kali gagal menembus kisaran US$ 70.000-US$ 72.000. Pada grafik empat jam, pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan lemah, dengan BTC bergerak di bawah garis tengah Bollinger Bands.
Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 40, mencerminkan momentum yang netral hingga cenderung bearish. Meski harga sempat memantul dari area US$65.000, penguatan tersebut dinilai masih belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah.
Baca Juga
Bitcoin di Bawah US$ 66.000, Tertekan Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik
Adapun level teknikal yang perlu dicermati pelaku pasar adalah resistance terdekat di US$ 68.000, resistance utama di US$ 70.000-US$ 72.000, support terdekat di US$ 65.600, dan support kuat di US$ 63.900.
Dengan kondisi tersebut, Bitcoin kini berada di persimpangan antara peluang kenaikan jangka pendek akibat dorongan likuiditas dan risiko koreksi lanjutan akibat struktur harga yang masih rapuh. Jika mampu menembus area US$ 68.000-US$ 70.000, BTC berpotensi mengalami short squeeze. Namun, bila gagal bertahan di atas area itu, kenaikan tersebut berisiko berubah menjadi bull trap dan diikuti tekanan turun kembali.

