Laba Amman (AMMN) Turun Jadi US$ 258 Juta di 2025, Transisi Ini Jadi Penekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba tahun berjalan sebesar US$ 258,03 juta pada 2025. Angkan tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 59,78% dari periode sama tahun 2024 yang mencapai US$ 641,67 juta.
Penurunan laba tersebut sejalan dengan turunnya penjualan bersih AMMN menjadi US$ 1,84 miliar pada 2025 dari sebelumnya US$ 2,66 miliar. EBITDA tercatat sebesar US$ 1,057 juta dengan margin 57%, sedangkan laba bersih mencapai US$ 258 juta dengan margin 14%. Laba atribusi kepada pemilik entitas induk juga turun dari US$ 636,89 juta menjadi US$ 249,97 juta.
Baca Juga
Amman (AMMN) Masuki Fase Pertumbuhan Kinerja Eksplosif sampai 2028, Sahamnya Ditargetkan Level Ini
Manajemen AMMN dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (26/3/2026), menyebutkan bahwa kinerja ini mencerminkan dinamika transisi seiring langkah perusahaan menuju operasional tembaga dan emas terintegrasi serta memasuki penambangan Fase 8 yang ditandai dengan kadar bijih lebih rendah pada tahun-tahun awal.
Kinerja tersebut didukung produksi konsentrat sebesar 446.563 metrik ton kering dengan kandungan 209 juta pon tembaga dan 102.758 ons emas pada 2025. “Capaian produksi ini melampaui panduan kinerja setahun penuh sebesar 4% untuk konsentrat dan 14% untuk emas, sementara produksi tembaga tercatat 8% di bawah target,” tulis manajemen AMMN dalam keterangan resminya hari ini.
Amman (AMMN) juga mencatat produksi katoda tembaga mencapai 79.849 ton atau setara 176 juta pon, dengan volume penjualan sebesar 75.943 ton atau 167 juta pon. Sementara itu, produksi emas murni mencapai 124.723 ons dengan volume penjualan sebesar 114.149 ons.
Sebelumnya, AMMN telah memperoleh izin ekspor konsentrat dengan kuota 480.000 metrik ton kering yang berlaku selama enam bulan sejak 31 Oktober 2025. Pada kuartal IV 2025, perusahaan mencatat penjualan 151.353 metrik ton kering konsentrat tembaga dengan kandungan 69 juta pon tembaga dan 55.402 ons emas.
Baca Juga
Kontribusi Amman Mineral ke Ekonomi RI Capai Rp 173 Triliun Sepanjang 2018–2024
Amman melalui anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri merupakan perusahaan terintegrasi penuh dari pertambangan hingga pemurnian, serta produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.
“Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Peralihan ke penambangan Fase 8 yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas smelter menimbulkan tekanan operasional jangka pendek. Namun, kami berhasil mencapai berbagai tonggak strategis dengan menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh,” ujar Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto.
Pada 2025, smelter AMMN sempat dihentikan sementara pada Juli dan Agustus untuk perbaikan Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant. Setelah perbaikan selesai, operasi smelter kembali stabil menjelang akhir tahun. Secara paralel, perusahaan meraih izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025 yang memberikan fleksibilitas tambahan selama fase ramp up smelter.

