IHSG Ditutup Melesat 2,75% Didorong Sektor Industri, Saham ARA Bertaburan Dipimpin ESTI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), ditutup naik signifikan sebanyak 195,28 poin (2,75%) menjadi 7.302,12. Rentang pergerakan 7.053-7.302 dengan nilai transakasi Rp 21,13 triliun.
Lompatan indeks ini sejalan dengan penguatan hampir seluruh bursa saham Asia dipimpin Nikkei. Adapun saham dengan penopang utama lompatan indeks hari ini adalah saham ITMG, ASII, AMMN, TLKM, PTRO, RAJA, AADI, dan DSSA.
Baca Juga
Laba CDIA Melonjak 281,7% di 2025, Segmen Ini Penyumbang Utama
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan peningkatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry menguat 5,98%, sektor energi naik 5,15%, sektor konsumer primer naik 3,84%, sektor infrastruktur 3,45%, sektor konsumer primer 3,84%, dan sektor konsumer non primer 2,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 3,91%, sektor industry 3,74%, konsumer primer 2,55%, infrastruktur 2,05%, transportasi 2,47%, dan konsumer non primer 1,15%.
Seiring dengan lompatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ESTI naik 34,96% menjadi Rp 166, ICON naik 34,55% menjadi Rp 148, BELL melesat 34,23% menjadi Rp 149, dan WOWS naik 33,93% menjadi Rp 75.
Baca Juga
Sah! Ketua Mahkamah Agung Lantik Friderica Widyasari Dewi dan Enam Komisioner Baru OJK
ARA juga melanda saham SOTS naik 25% menjadi Rp 875 dan SSTM naik 25% menjadi Rp 625, FUJI naik 24,83% menjadi Rp 372, dan GULA naik 24,46% menjadi Rp 346.
Sepanjang pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 30,37 poin (0,43%) menjadi 7.10,83 dalam dua hari transaksi pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar mengalami penurunan sebanyak Rp 131 triliun menjadi Rp 12.547 triliun.
Penurunan tersebut membuat pelemahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) mencapai 17,81%. Penurunan indeks tercatat yang paling buruk di dunia atau menempati peringkat paling 35 dari 35 bursa saham dunia.

