IHSG Ditutup ATH Level 9.133, Saham ARA Bertaburan Dipimpin ESTI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2025), ditutup melesat sebanyak 58,46 poin (0,64%) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) menjadi 9.133. Rentang pergerakan 9.026-9.133 dengan nilai transaksi Rp 27,11 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,45%, sektor energi 0,96%, sektor infrastruktur 0,90%, konsumer non primer 0,72%, dan sektor industry 0,29%. Sebaliknya penruunan melanda saham sektor material dasar, keuangan, hingga transportasi.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, beberapa saham ini mencatatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti ESTI naik 34,74% menjadi Rp 256, ZATA menguat 34,57% menjadi Rp 109, BELL naik 34,55% menjadi Rp 148, dan INOV menguat 34,43% menjadi Rp 246.
Baca Juga
Asosiasi: Dana BUMN Tekstil Rp100 Triliun Dampaknya Minim, Lebih Baik Jadi Insentif
ARA juga melanda saham ROCK sebanyak 25% menjadi Rp 2.700, OASA naik 24,62% menjadi Rp 486, ELIT menguat 24,58% menjadi Rp 294, HOPE naik 24,35% menjadi Rp 286, FISH menguat 24,88% menjadi Rp 1.355, FISH menguat 24,88% menjadi Rp 1.355, dan RLCO menguat 19,83% menjadi Rp 7.250.
Meski tak ARA, beberapa saham ini catatkan lompatan harga, seperti ASHA naik 32% menjadi Rp 99, IKAN naik 30,36% menjadi Rp 146, DSFI menguat 30% menjadi Rp 130, dan BNBA naik sebanyak 22,61% menjadi Rp 1.220.
Pekan lalu, IHSG berhasil catatkan penguatan sebanyak 1,55% dari 8.936 ke rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) 9.075. Kapitalisasi pasar (market cap) juga sentuhATH senilai Rp 16.512 triliun.
Berdasarkan data BEI, IHSG bergerak menguat selama empat hari transaksi sepanjang pekan lalu. Begitu juga dengan rata-rata nilai transaksi harian naik 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga naik 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun.
Baca Juga
IHSG Pekan Ini Bisa Sentuh 9.200, Saham JPFA, BBRI, dan AADI Jadi Pilihan Utama
Sementara itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 7,30 triliun sepanjang tahun 2026 berjalan atau dalam tiga pekan terakhir. Net buy jumbo tersebut berbanding terbalik dengan nilai tukar Rupiah yang mengalami penurunan.
Data BEI menyebutkan bahwa net buy terbesar melanda saham ASII senilai Rp 1,13 triliun, ANTM mencapai Rp 1,09 triliun, INCO senilai Rp 992,22 miliar, BBRI sebanyak Rp 862,55 miliar, dan PTRO sebanyak Rp 696,52 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak sepanjang ytd melanda lima saham berikut, seperti BUMI senilai Rp 1,67 triliun, BMRI mencapai Rp 1,20 triliun, CBDK sebanyak Rp 447,47 miliar, DEWA senilai Rp 441,62 milialr, dan SINI senilai Rp 281,65 miliar.

