Sahamnya Sentuh ATH Rp 9.000, Merdeka Gold (EMAS) Ternyata Punya Info Penting Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) merealisasikan penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani. Pencapaian ini menandai dimulainya fase produksi komersial perseroan.
Adapun Saham EMAS mendadak melesat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) pada perdagangan sesi II, Senin (16/3/2026). Saham EMAS melesat Rp 1.300 (16,88%) menjadi Rp 9.000 hingga pukul 14.10 WIB. Dengan harga tersebut kapitalisasi pasar (market cap) EMAS meningkat menjadi Rp 145,62 triliun.
Selain itu, perseroan melaporkan peningkatan signifikan pada Mineral Resources (Sumber Daya Mineral) dan Ore Reserves (Cadangan Bijih) konsolidasi per 31 Desember 2025.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Bersinar di Tengah Kejatuhan IHSG, Naik 10% dalam Sejam Transaksi
Pada 16 Maret 2026, melalui anak usahanya PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), perseroan telah menjual emas perdana kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebanyak 16,0597 kg atau setara 516,287 ounces emas.
Penjualan tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Grup Merdeka dan Antam melalui skema Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA). Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung penyerapan produksi emas dalam negeri sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok emas nasional.
Sejalan dengan dimulainya produksi tersebut, perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada cadangan emasnya. Berdasarkan estimasi terbaru per 31 Desember 2025, total Ore Reserves perseroan mencapai 203,1 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,79 gram per ton (g/t) emas, yang mengandung sekitar 5,2 juta ounces emas.
Jumlah ini meningkat dari laporan Ore Reserves pada Oktober 2025 dengan total 190,3 juta ton bijih dengan kandungan 4,8 juta ounces emas. Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan Ore Reserves pada akhir 2024 yang mencapai 77,5 juta ton bijih dengan kandungan sekitar 1,9 juta ounces emas.
Baca Juga
Tambang Pani Mulai Beroperasi, Merdeka Gold (EMAS) Targetkan Produksi 115.000 Ons
Ore Reserves atau Cadangan Bijih merupakan bagian dari Mineral Resources atau Sumber Daya Mineral yang telah melalui kajian teknis dan ekonomi sehingga dinilai layak untuk ditambang. Dengan demikian, angka tersebut merepresentasikan cadangan bijih yang telah masuk dalam rencana produksi tambang perseroan.
Peningkatan Ore Reserves tersebut terutama didorong oleh keberhasilan program eksplorasi lanjutan serta pembaruan model geologi dan perencanaan tambang yang dilakukan sepanjang 2025.
Sementara itu, total Mineral Resources perseroan per akhir 2025 tercatat sekitar 7 juta ounces emas dan 6,6 juta ounces perak. Angka ini lebih rendah dibandingkan laporan pada 2024, yang mencerminkan dimulainya aktivitas penambangan bijih sejak Oktober 2025.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan dimulainya penjualan emas perdana dari Tambang Emas Pani menjadi tonggak penting bagi kinerja keuangan perseroan.
Baca Juga
Usai Cetak Rekor Baru, Saham Merdeka Gold (EMAS) kini Menuju Resistance Rp 9.375
“Pada saat yang sama, peningkatan signifikan ore reserves dalam waktu relatif singkat menunjukkan kualitas deposit serta keberhasilan program eksplorasi yang kami jalankan secara berkesinambungan. Kami semakin yakin terhadap potensi jangka panjang Pani sebagai salah satu tambang emas utama di Indonesia,” kata Boyke dalam keterangan resminya, Senin, (16/3/2026).
Perseroan menargetkan produksi sekitar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026, seiring percepatan pembangunan fasilitas pengolahan serta optimalisasi kegiatan operasional tambang.
Perseroan juga terus melanjutkan kegiatan eksplorasi guna memperluas basis sumber daya di area Pani. Saat ini empat unit diamond drill rigs telah beroperasi di lokasi proyek. Selain itu, dua unit diamond drill rigs tambahan serta satu reverse circulation rig dijadwalkan tiba dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung program pengeboran yang direncanakan mencapai lebih dari 32.000 meter pada tahun ini.

