Trump Tunda Serangan ke Iran, Bitcoin Berhasil Hapus Kerugian Akhir Pekan Lalu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) bangkit tajam dan menghapus seluruh kerugian akhir pekan setelah sempat melonjak ke level tertinggi US$ 71.500-an pada perdagangan Senin (23/3/2026) pukul 21.15 WIB. Kenaikan ini terjadi setelah pasar merespons pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda selama lima hari rencana serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Data pasar menunjukkan lonjakan harga tersebut disertai likuidasi posisi short senilai sekitar US$ 270 juta dalam satu jam, termasuk sekitar US$ 120 juta pada kontrak Bitcoin. Secara keseluruhan, total likuidasi di pasar kripto dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 781 juta. Reli ini juga membuat Bitcoin menutup celah CME di area US$ 70.000, sementara pasar kini mencermati potensi pergerakan lanjutan menuju US$ 75.000 hingga area US$80.000 jika mampu bertahan di atas level US$ 72.000.
Meski demikian, penguatan Bitcoin dinilai belum sepenuhnya didukung permintaan spot yang kuat. Volume perdagangan spot Bitcoin di Binance justru turun ke level terendah sejak September 2023. Sejumlah analis menilai reli saat ini lebih banyak digerakkan oleh sentimen berita dan penutupan posisi short di pasar berjangka, bukan oleh arus dana baru yang masuk ke pasar.
Baca Juga
Aturan Baru Bursa New York Stock Exchange Permudah Perdagangan Opsi ETF Bitcoin dan Ethereum
Tekanan permintaan juga tercermin dari premi Coinbase yang tetap negatif selama kenaikan berlangsung, menandakan minat beli spot dari investor Amerika Serikat masih terbatas. Di saat yang sama, open interest agregat turun sekitar 9.700 BTC atau sekitar 4% dalam 13 jam, yang mengindikasikan banyak posisi short ditutup paksa saat harga naik.
Di luar pasar kripto, sentimen makro juga ikut berubah. Harga minyak turun tajam dari level intraday US$ 110 ke sekitar US$ 92, sementara indeks dolar AS melemah ke 99,3. Emas juga memangkas sebagian besar kerugiannya dan kembali ke kisaran US$ 4.440 per ons. Namun, pasar tetap dibayangi ketidakpastian setelah Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah terjadi pembicaraan diplomatik seperti yang diklaim Trump.
Dengan demikian, meski Bitcoin berhasil memulihkan posisi di atas US$ 71.000, reli ini masih dipandang rapuh karena belum ditopang oleh permintaan spot yang solid. Pelaku pasar kini menunggu apakah BTC mampu menembus dan bertahan di atas US$ 72.000 untuk membuka ruang kenaikan lanjutan.
Baca Juga
Analis: Koreksi Bitcoin Saat Ini Masih Bagian dari Siklus Empat Tahunan
Sementara menilil data Coinmarketcap, Selasa (24/3/2026) pukul 06.25 WIB, harga Bitcoin kembali menguat dalam 24 jam terakhir dan berhasil menembus level psikologis US$ 70.000. Bitcoin tercatat berada di level US$ 70.453,09, naik 3,36% dalam sehari.
Penguatan ini terjadi setelah Bitcoin sempat bergerak di kisaran US$ 68.260 pada awal periode perdagangan. Dalam perjalanannya, aset kripto terbesar di dunia itu menunjukkan tren naik bertahap sebelum mencatat lonjakan tajam pada sore hingga malam hari, lalu bergerak stabil di area US$ 70.000-US$ 71.000.
Seiring kenaikan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$1,4 triliun, naik 3,35%. Sementara itu, volume perdagangan 24 jam melonjak 63,21% menjadi US$ 51,32 miliar, menandakan aktivitas transaksi yang meningkat signifikan di tengah penguatan pasar.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tercatat di level 3,65%, sedangkan fully diluted valuation (FDV) berada di kisaran US$ 1,47 triliun. Dari sisi pasokan, data menunjukkan total supply dan circulating supply Bitcoin kini sama-sama berada di angka 20 juta BTC, mendekati batas maksimum 21 juta BTC. Adapun treasury holdings tercatat sebesar 1,17 juta BTC.
Secara teknikal, pergerakan harga dalam 24 jam memperlihatkan adanya perubahan sentimen jangka pendek ke arah positif. Setelah sempat berada di bawah US$ 69.000, Bitcoin berhasil mencetak reli kuat dan bertahan di atas level US$ 70.000 hingga akhir periode.
Kondisi ini menempatkan area US$ 70.000 sebagai level penting yang kini dicermati pelaku pasar. Jika mampu bertahan di atas zona tersebut, Bitcoin berpeluang melanjutkan penguatan ke area US$ 71.000. Namun, jika kembali melemah, area US$ 69.000 akan menjadi support terdekat yang diuji pasar.

