Dukung Penguatan Pasar Modal, Boy Thohir Buy Back Saham Alamtri (ADRO)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan industri pasar modal Indonesia melalui rencana pembelian kembali (buyback) saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasar modal sekaligus meningkatkan partisipasi investor domestik di tengah dinamika pasar global.
Boy Thohir menegaskan bahwa buyback saham tersebut juga mencerminkan keyakinan kuat terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang industri energi dan sumber daya Indonesia. “Saya percaya saham ADRO serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik,” ujar Boy Thohir usai memberikan santunan kepada anak yatim-piatu di Masjid At Thohir, Cimanggis, Depok, Jabar, Senin (16/03/2026).
Rencana pembelian kembali saham tersebut sudah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari keterbukaan informasi yang diterbitkan di Jakarta pada 11 Maret 2026, mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham oleh Perusahaan Terbuka, POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham, serta Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT).
Baca Juga
Alamtri (ADRO) Siapkan Buyback Saham Rp 4 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Alamtri Resources (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dengan periode pelaksanaan maksimal 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Sesuai ketentuan regulator, nilai nominal seluruh saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari total modal yang ditempatkan dan disetor serta tidak boleh menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal disetor ditambah cadangan wajib.
Perseroan menjelaskan bahwa buyback ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan pembelian saham sesuai kondisi pasar dalam periode yang telah ditetapkan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham ADRO serta membuat harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Selain itu, buyback juga diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menarik bagi pemegang saham, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan.
Dari sisi kinerja keuangan, manajemen Alamtri menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional perusahaan. Perseroan menyatakan saldo laba dan arus kas internal saat ini mencukupi untuk mendanai program pembelian kembali saham tanpa mengganggu kebutuhan operasional maupun rencana ekspansi bisnis.
Baca Juga
Adaro (AADI) dan AlamTri (ADRO) Gelar Buka Puasa 1.000 Anak Yatim di Masjid At-Thohir
Sumber dana untuk buyback tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan.
Jika rencana tersebut disetujui dalam RUPST yang dijadwalkan pada 17 April 2026, maka perusahaan menargetkan pelaksanaan pembelian kembali saham dapat dimulai pada 20 April 2026 dan berlangsung selama maksimal satu tahun.
Sebelumnya, Alamtri juga telah melakukan buyback saham dalam beberapa periode. Pada 16 Mei hingga 2 Juni 2025, perseroan membeli kembali 33 juta saham atau sekitar 0,11% dari total modal disetor dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Selanjutnya, dalam program buyback periode 3 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, perseroan telah membeli kembali 556,19 juta saham atau sekitar 1,89% dari modal ditempatkan dan disetor.
Baca Juga
Aksi Korporasi dan Prospek Saham ke Depan, Arah Strategi Alamtri (ADRO) Kian Jelas
Dengan demikian, total saham hasil pembelian kembali yang telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 28 Februari 2026 mencapai 589,19 juta saham atau sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Alamtri Resources (ADRO) sendiri merupakan perusahaan holding yang menaungi berbagai bisnis di sektor sumber daya alam, termasuk pertambangan, jasa penunjang pertambangan, perdagangan, logistik, pergudangan, kepelabuhanan, energi, pertanian, hingga infrastruktur.
Melalui rencana buyback ini, Boy Thohir dan manajemen Alamtri berharap pasar modal Indonesia semakin kuat serta mampu mencerminkan nilai fundamental perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki kinerja solid dan prospek jangka panjang.
Adapun pada penutupan perdagangan saham di BEI hari ini, saham ADRO turun Rp 40 (1,61%) menjadi Rp 2.440. Saham ADRO bergerak dalam rentang Rp 2.390-2.490.

