Boy Thohir Jelaskan Alasan Perubahan Nama Adaro Jadi Alamtri
JAKARTA, Investortrust.id - Langkah spin off PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan perubahan nama PT Adaro Energy Indonesia Tbk menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dimaksudkan untuk memberikan kejelasan kepada publik, terutama para investor di pasar modal. Semua bisnis thermal coal dan energi fosil dikelola AADI, sedangkan ADRO sepenuhnya menggarap energi terbarukan atau bisnis energi hijau, di antaranya PLTA, solar panel, dan aluminium.
“Perubahan ini diambil agar para investor tidak bingung dengan bisnis yang dikelola Adaro,” kata CEO PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Garibaldi (Boy) Thohir pada acara Year and Dinner yang dihadiri para pemimpin media massa di Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Menurut Boy, nama sapaan Garibaldi Thohir, langkah pemisahan segmen batu bara thermal yang dilakukan perseroan merupakan praktik terbaik untuk bisnis global. Di mana langkah tersebut adalah hal yang lumrah dilakukan di luar maupun dalam negeri seperti halnya perusahaan BCA dan Djarum memiliki hubungan yang erat karena keduanya dimiliki oleh keluarga Hartono, namun menjalankan core usaha yang berbeda
Ia juga menekankan akan fokus mengembangkan dua anak usaha dan berkomitmen menjadikan Alamtri sebagai perusahaan energi baru terbarukan (EBT). Selain itu, menurutnya segmen bisnis Adaro Andalan Indonesia terbilang masih prospektif, yang mana batas waktu net zero emission 2060 masih lama dan teknologi untuk menurunkan emisi fosil batu bara semakin maju.
Baca Juga
PUPS Rampung, Alamtri Resources (ADRO) Sisakan 15,37% Saham Adaro Andalan (AADI)
Tak hanya itu, Boy mengaku pemilihan nama Alamtri dari sebelumnya Adaro karena Alam yang berarti hijau, sejahtera dan sustainable. Sementara Tri berasal dari holding company yakni, Tri Nugraha Thohir (TNH Group). "Jadi tiga anugerah dari keluarga Thohir," ucap dia.
Usai resmi berubah nama, Manajemen Alamtri berencana akan segera mengirimkan surat kepada otoritas pasar modal agar kode saham Alamtri yang masih menggunakan ADRO diubah ke kode saham yang lebih mencerminkan perubahan bisnis Alamtri. “Misalnya menjadi ALAM atau nama kode saham lainnya yang lebih mencerminkan perubahan bisnis Alamtri,” kata Boy.
Dengan demikian, Boy berharap stakeholders dapat terus mendukung rencana strategis perseroan untuk menjadi produsen terbaik dan terbesar dalam kontribusi di bidang renewable energy Indonesia bisa tercapai, yang tentunya dapat memberikan manfaat untuk semuanya.
"Sehingga negara kita bisa menjadi negara yang maju. Termasuk juga kita semua mempunyai niat yang baik untuk bisa memberikan support yang terbaik untuk pemerintah di Bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto," kata Boy.
Di tempat yang sama, Dirut PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Julius Aslan mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya memperhatikan penerapan environmental, social, and governance (ESG). “Meski mengelola thermal coal, Adaro Andalan memperhatikan ekonomi hijau dan keberlanjutan bisnis dengan menerapkan ekonomi hijau,” kata Julius.
Perusahaan dengan kode saham AADI itu, demikian Julius, masih sangat prospektif. Batas waktu net zero emission, 2060, masih lama dan teknologi untuk menurunkan emisi fosil batubara semakin maju. Semua aspek pengelolaan perusahaan memperhatikan penerapan aspek-aspek lingkungn, sosial dan tata kelola yang baik (ESG).

