IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,37%, Sebaliknya Saham LRNA hingga EMAS Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (16/3/2026), ditutup melemah 97,8 poin (1,37%) menjadi 7.039. Rentang pergerakan 6.917-7.137 dengan nilai transaksi Rp 7,47 triliun.
Pergerakan indeks hari ini fluktuatif hingga sempat melemah ke level terendah harian 6.917 menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran. Penurunan indeks BEI hari ini merupakan yang terbesar di pasar Asia.
Baca Juga
TelkomGroup dan Huawei Perkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2,02%, sektor energi 1,75%, sektor konsumer non primer 0,73%, sektor property 2,11%, sektor transportasi 1,12%, dan sektor keuangan 0,58%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, dan industry.
Kejatuhan indeks sesi I juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, seperti saham AMMN anjlok 5,86%, DSSA melemah 7,40%, BYAN melemah 2,51%, BREN turun 3,17%, TPIA melemah 3,21%, MDKA melemah 5,02%, dan BRPT melemah 6,20%.
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat, yaitu saham LRNA naik 25% menjadi Rp 240, ROCK menguat 24,78% menjadi Rp 2.850, INTD naik 22,86% menjadi Rp 258, TRIN menguat 17,07% menjadi Rp 720, dan OKAS naik 16,67% menjadi Rp 112. Kenaikan pesat juga melanda saham big cap EMAS sebanyak 11,36% menjadi Rp 8.575.
Baca Juga
Ditopang Pembiayaan Modal Kerja, OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 8% di 2026
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 448,47 poin (5,91%) ke terendah baru tahun 2026 level 7.137,21. Berlanjutnya pelemahan tersebut menjadikan total penurunan IHSG sepanjang 2026 berjalan telah mencapai 17,46%.
Penurunan tersebut lanjutkan pelemahan siginifikat atas IHSG sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 pada pekan sebelumnya. Penurunan beruntun tersebut menjadikan pelemahan indeks saham BEI yang paling dalam di dunia sepanjang year to date (ytd) dengan persentase pelemahan 17,46%.
Selain mencatatkan penurunan dalam, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 1,56 triliun. Aksi asing ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,22 triliun.

