IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,16%, Sebaliknya Saham URBN hingga TALF Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (20/2/2026), ditutup lanjutkan penurunan sebanyak 12,93 poin (0,16%) menjadi 8.261. Rentang pergerakan 8.236-8.328 dengan nilai transaksi Rp 10,43 triliun.
Penurunan dipicu pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer non primer 1,01%, energi 0,97%, sektor material dasar 0,53%, property 1,18%, dan sektor keuangan 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, teknologi, dan infrastruktur.
Baca Juga
Menko Airlangga: 1.819 Produk Indonesia Bebas Tarif Masuk AS, Ada Sawit hingga Komponen
Meski IHSG melemah, sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga pesat, seperti URBN naik 31,84% menjadi Rp 236, TALF menguat 24,59% menjadi Rp 760, AGII menguat 20% menjadi Rp 3.000, dan SKBM naik 19,71% menjadi Rp 820.
Kemarin, IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 36,15 poin (0,44%) menjadi 8.274,08 dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 387,78 miliar. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham SMMA dari pemodal domestic ke pemodal asing senilai Rp 500 miliar melalui pasar negosiasi.
Baca Juga
Airlangga: Produk Tekstil RI Bebas Tarif Impor di AS, 20 Juta Masyarakat Indonesia Diuntungkan
Tekanan IHSG kemarin dipicu atas atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,03%, sektor teknologi 1,16%, sektor infrastruktur 0,27%, sektor industry 0,26%, dan infrastruktur 0,27%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar, consumer primer, dan energi.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOCI naik 35% menjadi Rp 216, saham BRRC menguat 34,04% menjadi Rp 126, SOTS naik 25% menjadi Rp 2.350, RMKO naik 24,69% menjadi Rp 1.010, NATO naik 24,62% menjadi Rp 810, SKBM menguat 24,55% menjadi Rp 685, dan ARKO menguat 20% menjadi Rp 9.000.

