Usai Cetak Rekor Baru, Saham Merdeka Gold (EMAS) kini Menuju Resistance Rp 9.375
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berpeluang melanjutkan reli menuju level resistance Rp 9.375 setelah mencetak rekor tertinggi baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/2/2026).
Data BEI menunjukkan saham EMAS ditutup menguat Rp 625 atau 7,91% menjadi Rp 8.525 pada sesi I. Bahkan, harga sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa di Rp 8.700. Kenaikan ini turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 112,28 poin (1,36%) menjadi 8.384.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan secara teknikal rasio Fibonacci EMAS di level 1.272 mengindikasikan resistance berikutnya berada di Rp 9.375.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Tembus Rekor Baru, Topang Lompatan IHSG Hari Ini
“Adapun area support sebagai manajemen risiko berada di kisaran 7.000–7.500 sekaligus menjadi area moving average 20, sehingga jika ada koreksi signifikan bisa dimanfaatkan investor untuk buy on weakness di area tersebut,” ujarnya kepada investortrust.id, Senin (23/2/2026).
Menurut Faris, berlanjutnya penguatan saham EMAS didukung sentimen makro, terutama kenaikan harga emas dunia. Penguatan terjadi setelah putusan tarif yang ditetapkan Donald Trump dibatalkan mahkamah agung, namun Trump kembali menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15% sehingga meningkatkan ketidakpastian pasar.
Selain faktor makro, prospek kinerja perseroan menjadi katalis. Proyek tambang emas Pani Gold dinilai menjadi pendorong operasional EMAS dengan keunggulan sebagai tambang terbuka (open-pit) berbiaya rendah.
“Estimasi cash cost berada di kisaran USD 800/oz dengan All-In Sustaining Costs (AISC) sekitar USD 990/oz. Angka ini sangat kompetitif di industri pertambangan emas,” tuturnya.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Tuntaskan First Gold Pour di Tambang Pani Lebih Cepat, Produksi Resmi Dimulai
Dengan penutupan di Rp 8.525, saham emiten anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini telah melesat sekitar 196% dari harga IPO Rp 2.880 pada 23 September 2025. Sepanjang sesi I hari ini, EMAS juga memimpin penguatan saham sektor emas dan mengerek kapitalisasi pasar menjadi Rp 137,93 triliun.
Sebelumnya, EMAS berhasil melaksanakan first gold pour di Tambang Emas Pani, Pohuwato, Gorontalo pada 14 Februari 2026. Realisasi ini tercapai pada pertengahan kuartal I-2026, lebih cepat dari target akhir kuartal I-2026.
Penuangan emas perdana yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya produksi emas komersial di Tambang Pani. Doré bullion diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) yang dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).
Keberhasilan tersebut menjadi fase krusial setelah perseroan menuntaskan seluruh tahapan pengembangan sejak akuisisi aset pada 2020. Pada tahap awal operasional, tambang menargetkan produksi sekitar 110.000–115.000 ounces emas pada tahun pertama, melampaui rencana awal 80.000 ounces untuk 2026.

