Sejam Jelang Penutupan, IHSG Terjun 2,20% Terseret Kejatuhan Seluruh Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6/2025), telah anjlok lebih dari 152 poin (2,20%) satu jam jelang penutupan perdagangan atau hingga pukul 15.00 WIB. Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan jumbo saham-saham big cap.
Lima saham big cap dengan penurunan dahsyat, yaitu saham BBCA turun 0,57% menjadi Rp 8.650, TPIA turun 4,66% menjadi Rp 9.200, BREN anjlok 4,96% menjadi Rp 5.750, BBRI melemah 1,85% menjadi Rp 3.720, dan BMRI anjlok 2,11% menjadi Rp 3.720. Sebaliknya saham big cap BYAN dan AMMN berhasil cetak penguatan.
Baca Juga
14 Emiten Bersiap Listing di BEI, Intip Skala Target Dananya
Sedangkan secara sektoral, hampir seluruh sektor anjlok lebih dari 2%, seperti sektor energi, material dasar, industry, consumer non primer, dan infrastruktur. Bahkan, tiga sektor ini, consumer primer, properti, dan teknologi anjlok lebih dari 3%.
Penurunan IHSG BEI tercatat yang paling dalam di kawasan Asia hari ini. Bandingkan dengan Hang Seng, bursa saham Malaysia, Indeks Shanghai, dan Szenzhen berhasil cetak kenaikan hari ini. Di sisi lain mata uang Rupiah anjlok hingga 105 poin menjadi Rp 16.485 per dolar AS.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG membentuk pola bearish double bottom yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut menuju level 6.882 hingga 6.730.
Baca Juga
Harga Bitcoin Jatuh Usai Trump Serang Nuklir Iran, Pasar Bersiap Hadapi Volatilitas Tinggi
Meski IHSG terjun parah, lima saham ini PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) naik 29,25% menjadi Rp 137, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 25% menjadi Rp 155, dan PT Master Print Tbk (PTMR) kembali melesat sebanyak 22,50% menjadi Rp 294.
Lompatan juga dialami saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) sebanyak 22,37% menjadi Rp 930 dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 17,65 % menjadi Rp 160. Sebaliknya penurunan parah melanda saham MBSS yang anjlok 15% menjadi Rp 1.445, LABA turun 14,89% menjadi Rp 160, CINT anjlok 14,72% menjadi Rp 168, JATI turun 14,50% menjadi Rp 112, dan PTBA melemah 13,90% menjadi Rp 2.540.

