Laba Bersih Cinema XXI (CNMA) Turun 3,31% Jadi Rp 704,75 Miliar pada 2025
JAKARTA, investortrust.id – Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) pada 2025 turun 3,31% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 704,75 miliar. Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,8 triliun.
Di sisi lain, total pendapatan jaringan bioskop tersebut meningkat 2,6% yoy menjadi Rp 5,86 triliun sepanjang 2025.
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penjualan tiket sebesar Rp 3,56 triliun. Sumber pendapatan lainnya berasal dari makanan dan minuman Rp 1,99 triliun, iklan Rp 122,88 miliar, digital platform Rp 143,91 miliar, serta acara dan pendapatan lain Rp 31,21 miliar.
Baca Juga
Saat Laba Anjlok, Cinema XXI (CNMA) malah Bagikan Dividen Interim Rp 408,36 Miliar
Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Suryo Suherman mengatakan perseroan tetap menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika ekonomi dan industri hiburan.
“Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan,” ujar Suryo, Jumat (6/3/2026).
Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatat jumlah penonton mencapai 85 juta orang dengan pertumbuhan rata-rata harga tiket (average ticket price/ATP) sebesar 3% menjadi Rp 46.057. Kenaikan tersebut didorong peningkatan okupansi pada studio premium seperti The Premiere dan IMAX.
Perseroan juga memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi meningkatkan pengalaman pelanggan. Sepanjang 2025, tim internal Cinema XXI mengembangkan lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan mempertimbangkan tren serta preferensi pasar.
Baca Juga
Exploitasi Energi (CNKO) Cetak Lompatan Laba 173,60% di 2025, tapi Sahamnya masih di PPK
Selain itu, perusahaan menerapkan strategi bundling tiket dan F&B melalui aplikasi m.tix guna mengoptimalkan strategi penjualan dan meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.
Seiring dengan strategi tersebut, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) meningkat 5,9% menjadi Rp 25.814 pada 2025.
Dari sisi ekspansi, Cinema XXI meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar sepanjang 2025. Ekspansi ini juga menandai kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro-Lampung.
Baca Juga
Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia. “Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif dengan tetap menjaga kualitas layanan,” jelas Suryo.
Ia juga optimistis prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kualitas dan keragaman konten. Sepanjang 2025, terdapat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton lebih dari satu juta penonton.
“Melihat antusiasme penonton dan kualitas konten yang terus berkembang, kami optimistis industri perfilman nasional akan terus bertumbuh,” kata Suryo.

