Saat Laba Anjlok, Cinema XXI (CNMA) malah Bagikan Dividen Interim Rp 408,36 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 408,36 miliar setelah raih persetujuan Dewan Komisaris perseroan pada 27 Oktober 2025. Adapun laba atribusi kepada pemilik entitas induk perseroan turun hingga kuartal III-2025.
Manajemen CNMA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini menyebutkan bahwa dividen interim setara dengan Rp 5 per saham atau dengan total Rp 406,39-Rp 408,36 miliar. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 28 November 2025.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan hingga kuartal III-2025, Cinema XXI ini mencatatkan penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 529,77 miliar menjadi Rp 444,91 miliar. Alhasill aba per saham melemah dari Rp 6,36 menjadi Rp 5,37.
Penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendaaptan yang justru naik tipis dari Rp 4,27 triliun menjadi Rp 4,29 triliun. Kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan peningkatan total beban dan biaya dari Rp 3,51 triliun menjadi Rp 3,62 triliun.
Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menyampaikan bahwa perseroan terus fokus pada optimalisasi operasional, ekspansi yang terukur, serta peningkatan kualitas layanan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan dan peningkatan fasilitas bioskop untuk memperkuat pengalaman penonton. “Dengan disiplin operasional dan inovasi berkelanjutan, kami berupaya untuk dapat menjaga kinerja hingga akhir tahun,” ujar Suryo.
Pertumbuhan pendapatan Cinema XXI hingga September 2025 ditopang oleh kinerja kuat pada kuartal II dan kuartal III 2025 yang masing-masing mencatat pertumbuhan pendapatan 18% dan 7% secara tahunan (year-on-year). Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh naiknya average ticket price, serta peningkatan okupansi kelas bioskop premium. Selain itu, belanja makanan dan minuman per penonton (F&B spending per head) juga meningkat, didukung variasi konten film nasional dan internasional serta inovasi produk.
Secara kontribusi segmen, penjualan tiket bioskop masih menjadi penopang utama pendapatan dengan nilai Rp 2,7 triliun atau sekitar 62% dari total pendapatan. Segmen makanan dan minuman tumbuh 0,7% menjadi Rp 1,4 triliun atau berkontribusi 34% terhadap pendapatan. Sisanya pendapatan dari digital platform meningkat signifikan 27,9% menjadi Rp 104,5 miliar, mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi perseroan di era digital.

