Kemlu Siap Koordinasi Soal Rencana Presiden RI ke Teheran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang mengatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempersiapkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai rencananya ke Teheran, Iran. Dikabarkan Prabowo akan ke Teheran bersama beberapa pimpinan negara.
“Kita siap mengkoordinasikan dengan kementerian terkait dan tentunya mempersiapkan sesuai arahan Presiden RI,“ ujar Yvonne, saat konferensi pers, di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Informasi yang berkembang, Prabowo tengah menawarkan diri menjadi fasilitator konflik di Israel-Iran.
“Presiden RI telah menawarkan diri untuk menjadi fasilitator dialog terkait situasi yang ada saat ini. Apabila agreed by all parties ini konsisten dengan prinsip bebas aktif,” kata dia.
Baca Juga
Prabowo Dorong Peran Indonesia sebagai Mediator Perdamaian Timur Tengah
Yvonne menjelaskan langkah Prabowo konsisten dengan prinsip bebas aktif. Pemerintah RI terus mendorong penyelesaian damai.
“Dan mencegah meluasnya konflik,” ujar dia.
Kabar mengenai rencana tersebut disampaikan Jimly Asshiddiqie usai bertemu dengan Prabowo. Jimly mengungkapkan bahwa Prabowo ingin menjadi mediator konflik.
“Jadi bukan menegosiasi ya menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran bukan kayak begitu,” kata Jimly.
Jimly mengatakan bahwa Prabowo mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif untuk berkunjung ke Teheran.
“Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden. Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan,” kata dia.
Pada kesempatan terpisah, PM Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan isi pembicaraannya dengan Presiden Prabowo. PM Pakistan menyebut pembicaraannya melalui telepon dengan Presiden Prabowo "sangat produktif".
"Kami bertukar pandangan mengenai kekhawatiran mendalam kami terhadap situasi di Timur Tengah, dan kami sepakat mendesak dibutuhkan masing-masing pihak untuk menahan diri untuk memperbarui kembali diplomasi demi mencegah eskalasi lebih lanjut. Kami juga membahas perkembangan terkini di Afghanistan, dan setuju untuk tetap berhubungan erat dalam beberapa hari ke depan untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata PM Sharif dalam siaran resminya.

