Pengendali NCKL Jual Saham, Harita Jayara Raup Rp1,34 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Harita Jayara selaku pengendali melepas 962,5 juta saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle pada 26 Februari 2026. Dari aksi tersebut, pengendali meraup dana sebesar Rp1,34 triliun.
Manajemen NCKL dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026), menyebutkan penjualan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp1.400 per saham. Total dana yang diperoleh mencapai Rp1,34 triliun.
Baca Juga
Pasca transaksi, kepemilikan PT Harita Jayara di NCKL turun dari 81,36% menjadi 79,79%. Penjualan saham tersebut disebut bertujuan sebagai investasi.
Sebelumnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey dalam riset terakhirnya menyampaikan bahwa NCKL memasuki fase commissioning pada 2026, seiring fokus perseroan terhadap efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas produksi. Langkah ini dinilai akan menopang pertumbuhan kinerja keuangan serta mengerek target harga saham perseroan pada 2026.
Berdasarkan paparan manajemen, NCKL akan memprioritaskan efisiensi biaya secara grup mulai 2026 bersamaan dengan commissioning sejumlah proyek yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini, yakni KPS fase 2, KPS fase 3, serta CKM (Quicklime Plant). Sementara proyek iron extraction masih menjadi potensi tambahan.
Baca Juga
Harita (NCKL) dan Babak Baru Industri Nikel Indonesia Hadapi Era Terkini EV
Dengan beroperasinya proyek-proyek tersebut, total kapasitas terpasang (nameplate capacity) NCKL diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 305 ribu ton nikel pada 2026, dibandingkan sekitar 180 ribu ton pada 2025.
Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja keuangan dan target saham NCKL. Proyeksi laba bersih NCKL untuk periode 2026-2027 direvisi naik sebesar 43,7%-67,3%, mencerminkan tambahan kapasitas baru sebesar 125,5 ribu ton serta peningkatan kepemilikan efektif di sejumlah joint venture utama.

