Lepas Saham Harita Nickle (NCKL), Investor Ini Raup Dana Rp 276,92 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Glencore International Investments Ltd pemegang saham terbesar kedua meraup dana senilai Rp 276,92 miliar dari penjualan sebanyak 0,33% saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle. Aksi jual dilakukan saat saham NCKL mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Glencore mendivestasi sebagian saham NCKL secara bertahap. Penjualan pertama sebanyak 3,28 juta saham NCKL dengan harga pelaksanaan Rp 1.129 pada 29 Desember 2025, sehingga total dana yang diraup Rp 3,70 miliar.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Diakui di Asia Berkat Inovasi Pengolahan Sisa Produksi
Glencore kembali menjual sebanyak 5 juta saham NCKL dengan harga pelaksanaan Rp 1.127 pada 30 Desember 2025, sehingga dana yang diraup Rp 5,68 miliar. Glencore kembali melepas sebanyak 10 juta saham NCKL dengan harga pelaksanaan Rp 1.167 pada 2 Januari 2026 atau setara dengan Rp 11,67 miliar.
Penjualan kemudian dilanjutkan sebanyak 64,23 juta saham dengan harga Rp 1.288 paad 6 Januari 2026 atau senilai Rp 82,73 miliar. Terakhir, Glencore melepas sebanyak 122,45 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.414, sehingga diraup dana Rp 173,14 miliar.
Terkait kinerja keuangan, NCKL berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan dari Rp 20,37 triliun menjadi Rp 22,40 triliun hingga September 2025. Laba usaha juga meningkat dari Rp 5,80 triliun menjadi Rp 6,39 triliun. Peningkatan ini berimbas terhadap kenaikan laba periode berjalan dari Rp 6 triliun emnjadi Rp 8 triliun.
Manajemen NCKL sebelumnya menyebutkan bahwa perseroan terus memperluas kapasitas produksi dengan membangun fasilitas RKEF ke-3 (KPS) berkapasitas 185.000 ton kandungan nikel dalam feronikel per tahun.
Baca Juga
OJK: Ekonomi Global Melandai, Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Masih Terjaga
Hingga Oktober 2025, progres fase kedua proyek KPS mencapai 91%, sedangkan fase ketiga telah mencapai 44%. Pembangunan fasilitas ini memperkuat posisi Harita Nickel dalam rantai hilirisasi nikel nasional sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap ekspor produk bernilai tambah tinggi.
Sebagai bagian dari kontribusi terhadap transisi energi bersih, Harita Nickel mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Hingga Oktober 2025, progres konstruksi proyek ini telah mencapai 38%, dengan instalasi panel surya tersebar di atap fasilitas produksi dan tempat tinggal karyawan.
Proyek ini diharapkan dapat menurunkan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi energi di kawasan industri nikel. Langkah tersebut memperkuat strategi Harita Nickel dalam mendukung pencapaian target net zero emission Indonesia dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertambangan.

