Harita Nickle (NCKL) Cetak Kenaikan Laba hingga Crossing Saham Rp 2,11 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencetak laba bersih Rp 2,8 triliun pada semester I-2024. Nilai ini, naik tipis dari laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk semester I-2023 senilai Rp 2,74 triliun.
Sedangkan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/7/2024), ada pemodal saham domestic yang melakukan crossing saham NCKL senilai Rp 2,12 triliun kepada pemodal asing. Crossing dilakukan di pasar negosiasi dibantu broker beli CGS International Sekuritas dan broker jual Harita Kencana Sekuritas
Manajemen mengungkapkan, kenaikan keuntungan perusahaan turut didukung membaiknya harga nikel global pada kuartal II-2024, yang memberi kontribusi positif terhadap laba kotor perusahaan.
Baca Juga
Capai Rp 1,8 Triliun, Laba Trimegah Bangun Persada (NCKL) Triwulan II Naik 80% QoQ
Head of Investor Relations Trimegah Bangun Persada (TBP) Lukito Gozali menyatakan, hasil paruh pertama tahun ini, telah mencerminkan komitmen perseroan terhadap keunggulan operasional dan pertumbuhan berkelanjutan.
“Meskipun kondisi pasar yang bergejolak, kami berhasil meningkatkan kapasitas produksi kami dan mempertahankan profitabilitas yang kuat,” jelas Lukito dalam pengumuman di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi tersebut, juga mencatatkan pendapatan Rp 12,8 triliun, meningkat 25% (yoy) dari Rp 10,24 triliun pada periode sama tahun lalu.
Manajemen menjelaskan, pertumbuhan tersebut didorong peningkatan produksi dan volume penjualan yang lebih tinggi di seluruh operasi penambangan dan pengolahan. Kapasitas produksi Harita Nickel terus tumbuh, dengan naiknya kapasitas dari smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan fasilitas pemurnian High Pressure Acid Leach (HPAL).
“Operasi penambangan perusahaan menunjukkan peningkatan penjualan bijih nikel dari kuartal ke kuartal, karena naiknya kebutuhan bijih nikel untuk smelter dan fasilitas pemurnian di anak usaha Harita Nickel,” jelas Lukito lebih lanjut.
Baca Juga
Enam Saham Emiten Logam Ini Direkomendasikan Beli, Pilihan Teratas TINS dan NCKL
Pencapaian operasional perusahaan pun mencakup peningkatan signifikan dalam hasil produksi dan volume penjualan bijih nikel. Volume penjualan bijih nikel di paruh pertama tahun ini mencapai 8,37 juta wet metric ton (wmt), meningkat 29% dibandingkan 6,49 juta wmt pada periode sama di tahun lalu.
Operasi RKEF mengalami peningkatan output produksi FeNi sebesar 69% dari tahun ke tahun, mencapai 63.414 ton pada Semester I-2024, melebihi kapasitas produksi.
Operasi HPAL juga menunjukkan kinerja kuat, dengan peningkatan hasil mixed hydroxide precipitate (MHP) Ni sebesar 28% (yoy) menjadi 38.334 ton dalam enam bulan pertama tahun ini.
Pertumbuhan tersebut, didukung peningkatan produksi fasilitas pemurnian dari PT HPL yang melebihi kapasitas produksi dan fasilitas pemurnian HPAL kedua yakni, PT ONC yang sudah mulai produksi di kuartal II-2024.
Baca Juga
Harita Nickle (NCKL) Naikkan Target Buy Back Saham Jadi Rp 1 Triliun, Ada Apa?
Di sisi lain, EBITDA perusahaan meningkat 49% menjadi Rp 3,16 triliun pada April-Juni 2024, naik dari Rp 2,12 triliun di kuartal sebelumnya.
“Inisiatif strategis kami dan peningkatan efisiensi yang terus-menerus, telah menempatkan kami dengan baik untuk memenuhi permintaan global yang meningkat akan nikel, terutama di sektor baterai kendaraan listrik,” sambung Lukito.
Dia menegaskan, Harita Nickel (NCKL) tetap fokus pada ekspansi kapasitas produksi dan optimalisasi operasinya. Investasi strategis perusahaan dalam fasilitas peleburan dan pemurnian diharapkan dapat lebih meningkatkan produksi dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Grafik NCKL

