Meski IHSG Tertekan, Investor Asing justru Net Buy Rp 0,36 Triliun di Februari 2026
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan partisipasi investor asing di pasar saham domestic sepanjang Februari 2026. Data mengungkap investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy), berbalik arah dari kondisi jual bersih (net sales) pada bulan sebelumnya.
Anggota Dewan Komisioner OJK Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa perbaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang menantang. “Investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 0,36 triliun. Ini berbalik arah, dibandingkan Januari 2026 yang masih mencatatkan net sales sebesar Rp 9,88 triliun,” ujar Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga
OJK Targetkan 75% Emiten Penuhi Free Float 15% di Tahun Pertama
Seiring masuknya dana asing, tekanan di pasar saham domestik terpantau mulai mereda pada Februari 2026. Hal ini ditunjukkan IHSG berhasil catatkan kenaikan pada level 8.235,49 per 27 Februari 2026. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat sebesar Rp 25,62 triliun.
Hasan menekankan bahwa likuiditas pasar saat ini sangat terjaga. “Konsisten kalau kita lihat selalu ada di atas Rp 20 triliun sejak bulan Agustus 2025 yang lalu,” tambahnya.
Penambahan Investor
Pasar modal Indonesia juga terus menunjukkan pertumbuhan basis investor yang masif. Hingga 25 Februari 2026, tercatat ada penambahan 1,8 juta investor baru. Dengan penambahan tersebut, total jumlah investor di pasar modal domestik kini mencapai 22,88 juta.
Dari sisi korporasi, penghimpunan dana hingga 27 Februari 2026 secara ytd telah mencapai Rp 30,52 triliun. Dana tersebut bersumber dari penawaran umum efek bersifat utang maupun sukuk (EBUS).
Baca Juga
OJK Targetkan 75% Emiten Penuhi Free Float 15% di Tahun Pertama
Memasuki awal Maret 2026, pasar menghadapi tantangan baru berupa volatilitas yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal ini, OJK terus memantau pergerakan pasar secara ketat.
OJK melakukan koordinasi aktif dengan Self-Regulatory Organization (SRO), Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, KPEI, serta pelaku industri lainnya untuk mengambil langkah kebijakan yang diperlukan guna menjaga stabilitas pasar.
Selain pasar saham, OJK juga melaporkan perkembangan di bursa karbon. Hingga saat ini, terdapat 153 pengguna jasa yang telah tercatat. Pada Februari 2026 sendiri, volume transaksi bursa karbon bertambah sebesar 2.218 ton CO2 ekuivalen (tCO2e).

