United Tractors (UNTR) Cetak Laba Tahun Berjalan Rp 15,17 Triliun di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp 15,17 triliun sepanjang 2025 atau terjadi penurunan dari realisasi tahun 2024 mencapai Rp 20,11 triliun.
Manajemen UNTR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026), menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan tahun 2025 menjadi Rp 131,30 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 134,42 triliun.
Baca Juga
Astra International (ASII) Raup Laba Rp 32,76 Triliun di 2025
Laba sebelum pajak penghasilan juga melemah dari Rp 25,89 triliun menjadi Rp 20,18 triliun. Penurunan tersebut menjadikan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk UNTR melemah menjadi Rp 14,81 triliun tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 mencapai Rp 19,53 triliun.
Pelemahan tersebut menjadikan laba per saham UNTR turun menjadi Rp 4.082 pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 5.378 per saham. Sebaliknya kas dan setara kas akhir tahun lalu meningkat menjadi Rp 26,57 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 25,09 triliun.
Anak usaha PT Astra International (ASII) ini juga berhasil mengerek naik total asset menjadi Rp 177,63 triliun tahun lalu, dibandingkan tahun 2024 mencapai Rp 169,48 triliun. Liabilitas juga naik dari Rp 71,30 triliun menjadi Rp 74,50 triliun.
Baca Juga
Dana Terserap Habis Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Hentikan Buyback Saham
Secara bersamaan, induk usahanya UNTR, Astra International (ASII), mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 32,46 triliun sepanjang 2025. Realisasi tersebut turun 4,2% dari perolehan tahun 2024 senilai Rp 33,90 triliun. Laba per saham ASII menjadi Rp 810 tahun 2025, dibandingkan periode sama tahun 2024 mencapai Rp 837 per saham.
Rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026), menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan menjadi Rp 323,39 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 328,48 triliun.

