Saham Blue Chip RI Tertekan Isu MSCI, Sucor Sekuritas Rekomendasikan Akumulasi BBCA dan Saham Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham Indonesia dinilai telah terdiskon ke level valuasi pasar bursa saham frontier setelah muncul kekhawatiran potensi penurunan status pasar saham domestik oleh MSCI akibat isu investability. Tekanan tersebut membuat sejumlah saham unggulan (blue chip) terkoreksi tajam, meski fundamental tetap kuat.
Analis Sucor Sekuritas Arief Putra menyebutkan bahwa salah satu yang paling terdampak adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada harga penutupan kemarin Rp 7.225, penurunan nilai intrinsik telah mencapai seperempat, seiring penurunan harga saham 10% secara year-to-date dan 19% secara tahunan.
Baca Juga
Harga Saham BCA (BBCA) Terkoreksi Sepekan, Manajemen BCA: Aksi Jual Asing Masih Wajar
Penurunan tersebut, ungkap Sucor Sekuritas, berbanding terbalik dengan kinerja fundamental BBCA yang masih solid di tengah tekanan makro ekonomi. Hal ini ditunjukkan keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 5% pada 2025 dengan return on equity (ROE) yang terjaga di kisaran 21%.
BBCA juga berhasil mencatat pertumbuhan kredit dan total aset masing-masing sekitar 12% dan 6% dalam dua tahun terakhir. Di tengah ekspansi tersebut, bank mampu untuk mempertahankan net interest margin (NIM) stabil di 6%, dengan ROA di atas 4%, dan ROE melampaui 21%.
Rasio ekuitas terhadap aset yang konservatif di kisaran 5 kali selama lebih dari satu dekade juga menunjukkan posisi permodalan yang kuat. Dengan modal berlebih, BBCA dinilai memiliki ruang peningkatan ROE melalui normalisasi leverage secara prudent serta realokasi aset ke pinjaman dengan imbal hasil lebih tinggi.
Saham Pilihan
BBCA bukan satu-satunya saham unggulan yang tertekan setelah peringatan MSCI. Sejumlah saham lain dalam daftar top buy juga mengalami tekanan, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Menurut riset, penurunan harga sejumlah saham ini justru membuka peluang akumulasi didukung fundamental kuat dan valuasi yang semakin menarik. Apalagi seluruh perusahaan ini berorientasi domestik, sehingga dinilai relatif tangguh terhadap tekanan makro global. Selain itu, emiten-emiten ini berpotensi mendapat manfaat dari tambahan dukungan fiskal domestik ke depan.
Baca Juga
Jeffrey Hendrik: Negosiasi MSCI Konstruktif, BEI Percepat Reformasi Pasar
“Dengan fundamental yang masih terjaga, koreksi harga saham saat ini lebih mencerminkan sentimen pasar jangka pendek, dibanding pelemahan kinerja structural,” tulis Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa hari lalu.
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500. Apabila risiko makro mereda dan kinerja operasional tetap solid, rasio P/B saham BBCA berpotensi kembali meningkat secara wajar menuju sekitar 4,8 kali nilai buku.
Sucor Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.200, saham BMRI dengan target harga Rp 6.300, dan saham BRIS direkomendasikan beli dengant arget harga Rp 3.400. Sucor Sekuritas juga merekomendasikan beli saham MYOR dengan target harga Rp 2.650, EXCL dengan target harga Rp 7.550, dan WIFI dengan target harga Rp 9.500.

