Target Harga Saham Energi Mega (ENRG) Direvisi Naik ke Rp 2.140, Momentum Ini Jadi Katalis
JAKARTA, investortrust.id – Didukung prospek kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) semakin solid, seiring kemajuan signifikan proyek eksplorasi dan produksi, target harga saham ini layak direvisi naik.
Verdhana Sekuritas Indonesia memilih untuk merevisi naik target harga saham ENRG menjadi Rp 2.140 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target ini merefleksikan pertimbangkan target EV/EBITDA tahun 2026/2027 masing-masing 9,5x dan 8,0x.
Analis Verdhana Sekuritas Nizam Syafik dan Michael Wildon NG mengatakan, momentum pertumbuhan laba ENRG terbuka lebar dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi ini sejalan dengan peningkatan produksi gas Bentu, penemuan gas baru di Sengkang, serta tambahan aliran kondensat dari fasilitas CEN dan North Segat Deep mulai semester I-2026.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Siapkan Capex US$ 200 Juta di 2026, Fokus Genjot Aktivitas Ini
“Produksi gas Bentu, kontributor aset terbesar ENRG, diperkirakan meningkat menuju 86–90 mmscfd pada 2026, didukung temuan sumur baru dan instalasi kompresi. Adapun penemuan baru di Sengkang mencatat uji produksi 25–36 mmscfd dengan potensi absolute open flow mencapai 120 mmscfd,” tulisnya dalam riset tersebut.
ENRG juga mendapatkan tambahan produksi kondensat dari fasilitas CEN dan North Segat Deep. Tambahan ini diproyeksikan memperkuat profil pendapatan melalui kontribusi liquid bermargin lebih tinggi mulai paruh pertama 2026.
Baca Juga
Konversi Utang Jadi Saham, Widodo Makmur (WMUU) Rights Issue 6,1 Miliar Saham
Selain factor tersebut, Verdhana Sekuritas menyebutkan bahwa perseroan didukung kampanye pengeboran intensif hingga 30 sumur eksplorasi dan sekitar 130 sumur pengembangan pada periode 2025–2030 guna mendukung penambahan cadangan dan target pertumbuhan produksi.
“Setelah mencatat tingkat keberhasilan 100% dari empat sumur eksplorasi pada 2025, perusahaan berencana menambah sembilan sumur eksplorasi pada 2026. Perseroan menyiapkan belanja modal US$ 200–230 juta atau lebih tinggi dari rata-rata historis lima tahun sebesar US$ 170 juta,” tulisnya.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Temukan Minyak Baru di Malacca Strait, Begini Potensi terhadap Produksi
Energi (ENRG) juga akan didukung aset Gebang dan Kangean sebagai penopang pertumbuhan jangka menengah-panjang. Aset ini ditargetkan memproduksi masing-masing 60 mmscfd pada 2027 dan 300 mmscfd setelah 2030.
Verdhana Sekuritas menambahkan proyeksi kinerja ENRG dinilai tetap berada di jalur untuk mencapai pertumbuhan produksi organik sekitar 10% hingga 2030. Hal ini mendorong Verdhana merevisi naik asumsi laba ENRGI sebanyak 5% pada 2026 dan 4% pada 2027, seiring pembaruan asumsi harga minyak di level US$ 68/barel untuk 2026 dan US$ 67/barel untuk 2027.
“Perusahaan juga diperkirakan memiliki ruang efisiensi operasional, khususnya pada proyek Siak dan Kampar, yang berpotensi menekan biaya lifting menjadi di bawah US$ 12 per boe,” tulisnya.

