Dua Strategi Energi (ENRG) Pacu Pertumbuhan Kuat ke Depan, Target Harga Sahamnya Direvisi Naik!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjalankan strategi dua arah melalui penguatan eksplorasi dan ekspansi fasilitas produksi guna menopang pertumbuhan jangka panjang. Hal ini membuat ENRG sebagai saham pilihan menarik dari segmen emiten energi minyak dan gas (migas).
Dua strategi tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ENRG dengan target harga Rp 2.300. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang MSCI melakukan rerating atas saham ini dengan potensi masuk dalam daftar MSCI big cap.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ENRG mencatatkan kenaikan pesat lebih dari 51% menjadi Rp 1.410 dalam sebulan terakhir. Volume dan nilai transaksi saham yang dikendalikan Bakrie Grup ini juga menunjukkan peningkatan pesat dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Siapkan Capex US$ 200 Juta di 2026, Fokus Genjot Aktivitas Ini
Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dan Fadhlan Banny mengatakan, strategi dua arah melalui penguatan eksplorasi dan ekspansi fasilitas produksi tercermin dari pengembangan besar-besaran di Blok Bentu PSC, Riau, serta penemuan gas signifikan di wilayah Sengkang PSC, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan ke aset gas terbesar ENRG di Bentu, Pekanbaru, perseroan tengah mempercepat ekspansi operasional melalui sejumlah fasilitas utama. Beberapa di antaranya adalah Segat Gas Plant 1 dan 2, pengeboran pengembangan sumur North Segat 16, Booster Compressor di Segat Gas Plant, serta pembangunan North Segat Deep Condensate Processing Facility.
Selain itu, ENRG mengembangkan fasilitas lain, seperti lapangan CEN dan North Segat Condensate Plant. “Seluruh proyek tersebut ditujukan untuk mendukung ekspansi jangka panjang sekaligus meningkatkan produksi jangka pendek menjadi 86–90 MMscfd pada 2026, dari posisi saat ini sekitar 78 MMscfd, sejalan dengan aktivitas pengeboran yang berkelanjutan,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Dari sisi eksplorasi, ENRG baru-baru ini mengumumkan penemuan gas signifikan dengan Absolute Open Flow (AOF) mencapai 120 MMSCFD pada 2027 di Formasi Tacipi melalui sumur eksplorasi East Walanga (EWL-1). Lokasi ini berada di dalam wilayah kerja Sengkang PSC, Sulawesi Selatan.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Kejar Pertumbuhan Produksi 15% di 2025, Fokus Efisiensi dan Ekspansi Aset Migas
Saat ini, sumur EWL-1 telah menunjukkan tingkat deliverability sebesar 25–36 MMSCFD. Tingkat produksi aktual nantinya ditetapkan bersama SKK Migas dalam proses Plan of Development (POD). Perseroan juga menjadwalkan kegiatan pengeboran lanjutan mulai 2026 untuk menilai potensi lapangan secara menyeluruh, dengan peluang peningkatan cadangan dari sekitar 0,2 TCF menjadi 0,5 TCF atau lebih.
Guna mengembangkan lapangan Gas East Walanga, ENRG menyiapkan belanja modal (capex) sekitar US$ 30 juta sepanjang 2026–2027. Dana tersebut akan digunakan untuk satu sumur appraisal dan tiga sumur pengembangan, serta tambahan US$ 10 juta untuk pembangunan infrastruktur pipa yang menghubungkan lapangan dengan fasilitas Walanga Plant.
“Penemuan gas ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan serta nilai bagi pemegang saham ENRG,” tulisnya.
Baca Juga
Pendapatan dan Laba Bersih Energi Mega (ENRG) Kompak Naik Segini
Guna mendukung kebutuhan ekspansi, ENRG juga bersiap menerbitkan obligasi hingga Rp 4 triliun secara bertahap. Rilis awal senilai Rp 500 miliar yang terdiri atas Seri A tenor 1 tahun, Seri B tenor 3 tahun, dan Seri C tenor 5 tahun. Seluruh seri obligasi tersebut telah memperoleh peringkat idA+ dari Pefindo.
Dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk pelunasan pokok dan bunga kepada KCS1 Pte. Ltd, pemberian pinjaman antarperusahaan kepada PT Bangun Sarana Samudra Laut sebagai penyelesaian kewajiban ke Bank Mandiri, serta pemenuhan kebutuhan modal kerja.
Seiring dengan penemuan gas baru dan peningkatan aktivitas eksplorasi, Samuel Sekuritas menyebutkan, proyeksi laba bersih ENRG tahun 2027 mengalami kenaikan signifikan sebesar 54,1%. Prospek tersebut, ditambah potensi masuknya saham ENRG ke dalam MSCI Big Cap Index, dinilai dapat memberikan momentum positif terhadap pergerakan harga saham.
“Atas dasar itu, saham ENRG dipertahankan dengan rekomendasi beli dengan target harga saham direvisi naik menjadi Rp 2.300. Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 63% dari level saat ini,” tulisnya.

