Emtek (EMTK) Tambah Saham di Bukalapak (BUKA) Rp 674 Miliar, Posisi Pengendali Kian Kokoh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek melalui anak usahanya PT Kreatif Media Karya, agresif tambah saham di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) senilai Rp 674,34 miliar. Emtek memborong sebanyak 4,36%.
Manajemen BUKA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/2/2026), menyebutkan Kreatif Media Karya menambah sebanyak 4,49 miliar saham BUKA dengan target harga Rp 150. Nilai transaksinya mencapai Rp 674,34 miliar.
Baca Juga
Diprediksi Masuki Fase Lompatan, Saham Timah (TINS) Direvisi Naik ke Level Ini
Pembelian tersebut dilaksanakan pekan lalu atau pada 19-20 Februari 2026. “Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi,” tulisnya dalam keterangan resminya di Jakarta, hari ini.
Aksi borong saham BUKA telah dilakukan Emtek pada pekan sebelumnya. Perusahaan yang dikendalikan Eddy Kusnadi Sariaatmadja bersama keluarga ini telah memberi sebanyak 6,70 miliar saham BUKA pada 9-10 Februari. Emtek menggelontorkan dana senilai Rp 931,83 miliar.
Pembelian dengan tujuan untuk investasi. Aksi ini menjadikan total saham BUKA yang dikuasai Emtek bertambah dari semula 34,05% menjadi 40,55%. Kenaikan tersebut menjadikan posisi Emtek sebagai pengendali kian kuat.
Baca Juga
Valuasi IPO Saham Superbank Premium, Andalkan Ekosistem Emtek–Grab–OVO
Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan literasi digital melalui pengembangan gim lokal bersama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Dukungan ini diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena Series 3 dan program CSR Lapak Main.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan kegiatan gim harus dirancang secara bertanggung jawab dan memberi dampak positif. Ia menilai ajang kompetisi gim perlu menghadirkan nilai edukasi, penguatan literasi digital, serta membuka peluang pasar bagi pengembang gim lokal.
“Program seperti Gaming Battle Arena Series 3 perlu diarahkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi, penguatan literasi digital, serta membuka peluang pasar bagi gim lokal,” ujar Irene Umar dalam keterangan resmi.

