IHSG Naik 3,49% ke 8.212 Pekan Ini, Sebaliknya Investor Asing justru Net Sell Saham Rp 5,47 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini naik 277,01 poin atau 3,49% menjadi 8.212. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi mingguan di 8.334.
Penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan mayoritas pasar saham global. Indeks KOSPI mencatat kenaikan mingguan tertinggi sebesar 8,21%, disusul TSE Index Taiwan naik 5,74% dan SET Index Thailand menguat 5,64%.
Baca Juga
Airlangga: Demutualisasi BEI Dilakukan Bertahap, Diawali 'Private Placement'
Kenaikan IHSG ditopang lompatan sejumlah sektor saham, di antaranya sektor energi naik 11,94%, sektor konsumer primer 10,70%, sektor material dasar 9,66%, sektor industri 7,94%, serta sektor transportasi 6,67%.
Saham-saham kapitalisasi besar (big cap) menjadi penopang utama penguatan indeks, seperti DSSA naik 10,48%, BRMS menguat 14,29%, BUMI melonjak 29,2%, BRPT naik 10,54%, MORA menguat 23,87%, dan PTRO melesat 30,13%.
Secara keseluruhan, sebanyak 640 saham mencatatkan kenaikan harga, 158 saham stagnan, dan 160 saham mengalami penurunan.
Asing Net Sell Rp5,47 Triliun
Di tengah penguatan IHSG, investor asing justru mencatatkan net sell sebesar Rp5,47 triliun. Angka ini meningkat drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat Rp1,13 triliun. Dengan demikian, total net sell asing secara year to date (ytd) mencapai Rp16,48 triliun.
Baca Juga
Inflasi AS Januari Lebih Rendah dari Perkiraan, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Menguat
Penyumbang utama net sell pekan ini berasal dari saham BBCA sebesar Rp3,86 triliun dan BUMI Rp2,02 triliun. Selain itu, net sell juga terjadi pada DEWA senilai Rp471,52 miliar, BBRI Rp334,80 miliar, dan BBRI Rp195,61 miliar.
Sebaliknya, saham dengan net buy terbanyak pekan ini adalah BMRI sebesar Rp619,36 miliar, SMMA Rp501,61 miliar, TLKM Rp274,90 miliar, UNTR Rp224,76 miliar, dan EMAS Rp183,18 miliar.

