Delapan Kuartal Untung Terus, Coinbase Akhirnya Rugi US$ 667 Juta di Kuartal IV 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Coinbase membukukan kerugian bersih sebesar US$ 667 juta pada kuartal keempat 2025, mengakhiri tren delapan kuartal berturut-turut mencatatkan laba. Kerugian tersebut terjadi di tengah pelemahan pasar kripto yang menekan pendapatan dan volume perdagangan.
Coinbase merupakan perusahaan teknologi keuangan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang pertukaran (exchange) aset kripto. Didirikan oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam pada Juni 2012 dan mencatatkan sahamnya secara publik di Nasdaq pada April 2021 dengan kode saham COIN. Coinbase resmi bergabung dengan indeks Standard & Poor’s 500 (S&P 500), menjadikannya perusahaan bursa kripto pertama yang mencapai tonggak ini. Bergabungnya saham Coinbase ke dalam indeks ini mencerminkan penerimaan industri kripto di arus utama investasi.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, pendapatan Coinbase tercatat sebesar US$ 1,78 miliar, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar US$ 1,85 miliar. Penurunan paling signifikan terjadi pada pendapatan transaksi yang turun 37% menjadi US$ 982,7 juta, seiring merosotnya aktivitas perdagangan ritel.
Di kala perusahaannya menghadapi tekanan laba karena anjloknya pasar kripto, CEO Coinbase Brian Armstrong justru mengaku lebih optimistis dari sebelumnya. "Kami telah melalui siklus seperti ini berkali-kali di Coinbase dan adopsi terus meningkat. Kejelasan regulasi sudah di depan mata, dan saya lebih optimis dari sebelumnya," kata Armstrong dalam konferensi pers, Jumat (13/2/2026) dilansir dari Yahoo Finance.
"Ada peluang di setiap pasar, baik itu naik maupun turun," tambah Armstrong, seraya mencatat bahwa perusahaan telah diuntungkan dari penurunan pasar kripto sebelumnya.
Baca Juga
Ada 7 Afiliasi Asing ke ‘Exchange’ Kripto di Indonesia, Coinbase dkk Mau Menyusul?
Seperti diketahui, pelemahan pasar kripto menjadi faktor utama tekanan kinerja perseroan. Harga Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi alias all time high US$126.000 pada Oktober 2025, namun sayangnya turun tajam ke kisaran pertengahan US$ 60.000 pada akhir tahun. Penurunan tersebut memicu kerugian belum terealisasi atas kepemilikan aset kripto perusahaan.
Manajemen menyebut kondisi pasar yang volatil berdampak langsung pada minat dan partisipasi investor ritel, yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan transaksi Coinbase.
Di sisi lain, Armstrong menyatakan bahwa Coinbase sekarang berada dalam posisi yang menguntungkan untuk memanfaatkan semua peluang di 2026. Ia mengingatkan para analis tentang kemajuan signifikan perusahaan dalam upaya jangka panjangnya untuk membuat bisnisnya tidak terlalu bergantung pada harga kripto. Pada bulan Desember, Coinbase meluncurkan produk yang menarik perhatian, memperkenalkan perdagangan saham, saham yang di tokenisasi, kontrak berjangka, dan kontrak pasar prediksi.
"Sekarang kami memiliki 12 produk yang menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$ 100 juta," katanya.
Baca Juga
Di WEF Davos 2026 CEO Coinbase Tegaskan Bank dan Kripto Harus Setara
Di Washington, Coinbase mendapat sorotan lebih terang setelah Armstrong secara terbuka memamerkan kekuatan politik perusahaannya di media sosial dengan menolak RUU penting yang secara resmi akan menggabungkan dunia kripto dengan keuangan arus utama. Komite kongres membatalkan sidang yang seharusnya memajukan RUU tersebut beberapa jam kemudian.
Langkah ini telah menuai kemarahan para CEO bank besar, mendorong Gedung Putih untuk turun tangan menengahi kebuntuan dan sindiran baru-baru ini dari Menteri Keuangan Scott Bessent.
Pemain kripto kunci lainnya membuat kemajuan minggu ini, menghilangkan kebingungan tentang seberapa hebat bahkan draf RUU sebelumnya bagi industri ini, tetapi penundaan lebih lanjut mengancam untuk menghentikan legislasi tersebut karena para anggota parlemen semakin sibuk menjelang musim pemilihan paruh waktu. Namun demikian, Armstrong menunjukkan nada optimis mengenai situasi tersebut.
"Sebenarnya saya cukup optimis bahwa kita akan mendapatkan sesuatu dalam beberapa bulan ke depan. Jika masalah stablecoin tidak diselesaikan sesuai keinginan Coinbase, itu justru akan membuat kami lebih menguntungkan," katanya.

