Laba Lampaui Estimasi, Target Harga Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) direvisi naik dari semula Rp 5.500 menjadi Rp 6.200, seiring dengan pencapaian kinerja keuangan tahun 2025 telah melampaui estimasi analis. Revisi naik juga menggambarkan berlanjutnya efisiensi biaya.
Bank Mandiri (BMRI) menorehkan laba bersih senilai Rp 56,29 triliun tahun 2025 atau mengalami kenaikan sebanyak 1% dari realisasi tahun sebelumnya Rp 55,78 triliun. Perolehan tersebut setara dengan 114% dari perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dan setara dengan 110% dari perkiraan consensus analis.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, kinerja kuat BMRI tahun lalu ditopang biaya operasional dan biaya kredit yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini membuat laba bersih BMRI kuartal IV-2025 tercatat sebagai laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 18,6 triliun, melonjak 40% secara kuartalan (qoq) dan 35% yoy.
Kenaikan laba yang kuat tersebut, terang BRI Danareksa Sekuritas, ditopang pertumbuhan kredit tetap solid di level 13% yoy, dipimpin segmen korporasi dan komersial. Kinerja tersebut mampu mengimbangi tekanan net interest margin (NIM) yang terkompresi 30 basis poin, sehingga pendapatan bunga bersih (NII) tetap tumbuh 4%.
BMRI juga berhasil mempertahankan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang kuat 24% yoy, terutama ditopang deposito berjangka, sehingga loan to deposit ratio (LDR) turun ke level 89%. Pendapatan nonbunga naik 9% yoy didorong fee-based income dan pendapatan non-berulang.
Dari sisi kualitas aset, BRI Danareksa Sekurita menyebutkan, BMRI berhasil mempertahankan rasio kredit bermasalah (NPL) stabil di 1,1%. Sementara cost of credit (CoC) turun menjadi 58 basis poin meskipun coverage ratio lebih rendah.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjut Rebound Hari Ini , Saham ARCI hingga BUVA Layak Dilirik
Terkait keberhasilan BMRI cetak rekor laba kuartalan sepanjang masa senilai Rp 18,6 triliun, BRI Danareksa Sekuritas, didukung NIM yang resilien, pendapatan nonbunga yang melonjak, efisiensi biaya operasional, serta minimnya biaya kredit. NIM bank-only stabil di level 4,5% secara kuartalan, seiring penurunan cost of fund (CoF) yang mengimbangi penurunan yield kredit.
Pendapatan nonbunga melonjak 34% qoq, ditopang fee terkait deposito, remitansi, kartu kredit, serta recovery. Beban operasional (opex) naik terbatas 2% qoq dan turun 6% yoy. Sementara itu, pencadangan turun tajam sehingga CoC hanya 0,2% pada kuartal IV-2025, sejalan revisi metodologi loss given default (LGD).
Baca Juga
Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 6.200 dari sebelumnya Rp 5.500. Target mempertimbangkan estimasi price to book value (PBV) 1,8 kali dan return on equity (ROE) menjadi 18,8% dari sebelumnya 16,7%.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan BMRI tahun 2026, yaitu manajemen memproyeksikan kinerja yang lebih normal pertumbuhan kredit 7–9%, NIM di kisaran 4,6–4,8%, dan CoC 0,6–0,8%. LDR dijaga di bawah 95% serta cost to income ratio (CIR) di level 42–43%. Perseroan menargetkan dividend payout ratio 65–70% dengan modal yang tetap kuat.

