Laba Lampaui Konsensus, Target Kinerja Keuangan dan Saham Harita Nickle (NCKL) Direvisi Naik Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi laba bersih PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle senilai Rp 4,10 triliun telah melampaui proyeksi consensus analis. Tingginya pertumbuhan laba ditopang peningkatan pesat margin keuntungan, sehingga target harga sahamnya direvisi naik dengan potensi cuan lebih dari 34%.
Harita Nickle (NCKL) membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 46,2% menjadi Rp 4,10 triliun pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,80 triliun. Pendapatan perseroan bertumbuh sebanyak 10,1% dari Rp 12,80 triliun menjadi Rp 14,09 triliun.
Baca Juga
Gelar Upacara Peringatan Kemerdekaan RI Ke-80, Bos OJK: Bersatulah Agar Kita Berdaulat
Sedangkan kinerja keuangan berbasiskan quartal on quartal (QoQ) menunjukkan kenaikan pesat juga, yaitu laba bersih melesat 47,1% menjadi Rp 2,44 triliun pada kuartal II-2025, dibandingkan kuartal I-2025. Sebaliknya pendapatan turun 2,2% menjadi Rp 6,9 triliun, namun naik 2,9% dari kuartal II-2026.
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Juan Harahap mengatakan, realisasi laba bersih Harita Nickle (NCKL) sepanjang semester I-2025 tersebut setara dengan 61,8% dari estimasi Samuel Sekuritas dan merefleksikan 56,3% dari estimasi consensus analis. Sedangkan penopang utama kinerja perseroan berasal dari kontribusi entitas asosiasi Rp 1,2 triliun (+93,7% YoY), seiring margin NiSO4 meningkat 22,6% QoQ menjadi US$ 5.000 per ton serta margin kuat di lini usaha lain.
Peningkatan pesat laba Harita Nickle (NCKL) juga didukung atas penurunan porsi kepentingan nonpengendali sebanyak 12,4% QoQ menjadi Rp 538 miliar setelah NCKL menaikkan kepemilikan ONC menjadi 40% pada Juni 2025.
Selain pertumbuhan kinerja keuangan, Samuel Sekuritas memandang positif terhadap progress sejumlah proyek perseroan. Di antaranya, fase I KPS RKEF telah rampung di kuartal I-2025 dan progress fase II dengan kapasitas 60 ribu ton per tahun sudah mencapai 69% dan ditargetkan beroperasi kuartal IV-2025.
Baca Juga
Curigai ‘Tipu daya’ Israel, Hamas Tolak Rencana Relokasi Gaza
Proyek fase III telah 30% dan diproyeksikan COD pada kuartal I-2026 dengan total investasi US$ 1,9 miliar. Tambang GTS (US$ 0,5 juta) siap beroperasi pada semester II-2025, pabrik quicklime 600 ribu ton per tahun (US$ 70 juta) ditargetkan mulai produksi kuartal IV-2025 untuk menekan biaya HPAL. Seluruh proyek didanai ekuitas saat harga nikel tinggi, sehingga risiko eksekusi relatif rendah.
Dengan kinerja keuangan yang kuat semester I dan progress proyek sesuai harapan, Samuel Sekuritas merevisi naik target laba bersih NCKL dari Rp 6,63 triliun menjadi Rp 7,34 triliun tahun ini. Proyeksi pendapatan tahun ini juga direvisi naik dari Rp 26,38 triliun menjadi Rp 27,44 triliun. Begitu juga dengan estimasi pendapatan dan laba bersih tahun depan direvisi naik menjadi Rp 28,99 triliun dan Rp 7,81 triliun.
Revisi naik target kinerja tersebut mendorong Samuel Sekuritas menaikkan target harga saham Harita Nickle (NCKL) menjadi Rp 1.300 dengan rekomendasi beli. Target tersebut berbasis SOTP, merefleksikan P/E 2026F 8,3x atau terbuka potensi kenaikan harga hingga 30,6%. NCKL merupakan saham pilihan utama sektor nikel berkat struktur biaya terendah.

