Nunggu Dividen BRIS? Ini Bocorannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) memberikan sinyal awal terkait arah kebijakan dividen yang akan dibagikan pada 2026. Manajemen menyatakan, sebagai bank yang masih berada dalam fase pertumbuhan, fokus utama perseroan saat ini adalah memperkuat permodalan guna mendukung ekspansi bisnis yang agresif.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, karakter BSI berbeda dengan sebagian besar bank lain yang telah berada pada tahap matang. Saat ini BSI baru memasuki fase growing stage, sehingga kebijakan dividen tidak bisa disamakan.
“Jadi ketika suatu company atau suatu institusi seperti kami dalam growing stage, memang dividen payout biasanya menjadi second priority setelah diskusi seberapa agresif BSI bisa tumbuh ke depan,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga
Total Pembiayaan BSI (BRIS) Melesat 14,49% Jadi Rp 318,8 Triliun di 2025
Ade mengatakan, kinerja pertumbuhan BSI sepanjang 2025 tercatat mampu melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Tren tersebut diproyeksikan berlanjut pada 2026 dengan arah pertumbuhan yang relatif sama.
“Pertumbuhan bisnis BSI tahun 2025 sudah double the market dan 2026 masih dalam tone yang sama. Jadi artinya kalau kita mau tumbuh agresif, ada kebutuhan capital untuk support terhadap pertumbuhan tersebut,” katanya.
Arahan terkait dividen payout ke depan, lanjut Ade, akan sangat mempertimbangkan kebutuhan ekuitas perseroan, khususnya untuk menjaga momentum pertumbuhan yang saat ini tengah dilalui BSI.
“Tentu ini semua akan berpulang juga kepada keputusan pemegang saham nanti mungkin di tahun 2026. Jadi, kami rasa BSI tidak akan mengambil langkah agresif terkait dengan dividen payout seperti bank-bank yang lebih major stage-nya, seperti bank Himbara lainnya,” ucapnya.
Menurut Ade, fokus utama BSI saat ini adalah memastikan kecukupan modal agar perseroan mampu menggenjot pertumbuhan bisnis yang lebih agresif dan berkelanjutan.

