Suli Ungkap Kiat Sukses Pilih 'Altcoin', Ini Bocorannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dalam dunia kripto yang serba cepat berubah, tidak ada pola tetap dalam memilih koin yang bisa mendatangkan keuntungan. Investor muda kripto Sulianto Indria Putra mengungkapkan strategi terbaik saat ini adalah memilih token atau koin yang memiliki basis pendapatan (revenue base), mekanisme pembelian kembali (buyback), dan perhatian publik (attention).
“Kalau kita ngomongin di 2021, itu cara cari koin yang bagus pakai namanya ICO (initial coin offering). Jadi koin yang baru listing kita bisa beli di public sale-nya atau private sell-nya. Tapi sekarang caranya beda, yang paling ideal itu cari token atau coin yang punya revenue base, punya fundamental jelas, dan ada backing-an di belakangnya,” ujarnya dalam sebuah podcast, dikutip Selasa (30/9/2025).
Suli biasa ia disapa menjelaskan, proyek kripto yang sehat biasanya menggunakan revenue yang mereka hasilkan untuk melakukan buyback token atau mekanisme burning. Dengan begitu, token tersebut menjadi deflationary dan memberikan nilai tambah bagi holder.
Baca Juga
Didukung Pendiri Binance 'CZ' Token ASTER Terbang Ribuan Persen Secara Singkat
“Token itu dibagi dua, ada inflationary yang suplainya unlimited seperti Ethereum, ada juga deflationary yang suplainya dibeli lagi sama owner-nya (buyback) atau di burning mechanism. Jadi menurut saya sekarang the best combo itu cari token yang punya revenue base, yang menghasilkan sesuatu jadi tidak kosong, terusnya revenue-nya ini dipakai buat buyback,” katanya.
Menurutnya, jika berpatokan pada revenue dan buyback saja belum cukup, namun faktor attention juga sangat menentukan. Ia menyinggung bagaimana bagaimana sebuah koin bisa melonjak ribuan persen karena didukung figur besar di industri kripto.
Baca Juga
Cadangan Global Sudah Bergeser, Dari Dolar AS ke Emas dan Kripto. Simak Penjelasannya!
“Jadi harus ada attention base-nya juga. Misalkan kita ngomongin ASTER yang naik 1.000%-an, sebenarnya karena KOL (key opinion leader) di belakangnya yang nge-boost ASTER ini, si CZ (Changpeng Zhao) Binance,” ucap pendiri komunitas crypto bernama Trade with Suli tersebut.
“Meskipun kalau kita bicara jujur karena saya tidak dibayar siapapun, ASTER itu kalau kita pakai aplikasinya itu jelek banget. Tapi karena di belakangnya mereka ada revenue yang checklist-nya itu fit semua, terus tokennya kurang lebih deflationary, lalu KOL di belakang atensinya si CZ,” sambung dia.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

