Bitcoin Sepekan Anjlok 25% ke US$ 62.000 di Tengah Aksi Jual, Kepercayaan Investor Mulai Merosot?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin kembali tertekan dan turun hingga sempat menembus level US$ 62.000-an, seiring meningkatnya aksi jual dan melemahnya kepercayaan investor terhadap aset kripto. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026) dini hari, Bitcoin bahkan sempat menyentuh level US$ 62.303, posisi terendah sejak November 2024, sebelum terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 64.000-an.
Alhasil dalam sepekan BTC telah kehilangan nilainya hingga 25%. Tak hanya BTC, seluruh koin dan token ambles dengan kerugian lebih dari 20% dalam sepekan. Sebut saja, Ethereum yang hilang 32,84% menjadi US$ 1.890, BNB hancur 27,93% ke US$ 623, XRP rontok 30,45% ke US$ 1,25 dan Solana yang ikut ambles 32,11% ke US$ 79,74. Penurunan itu mendekati level terendah dua tahun.
Tekanan terhadap Bitcoin kian dalam setelah investor menilai ulang narasi kripto sebagai emas digital, lindung nilai inflasi, serta aset safe haven alternatif. Sejak mencapai puncak di atas US$ 126.000 pada awal Oktober 2025, harga Bitcoin terus melemah.
Analis Deutsche Bank Marion Laboure menilai tekanan berkelanjutan ini mengindikasikan memudarnya minat investor tradisional terhadap kripto. “Penjualan yang stabil menandakan pesimisme investor terhadap kripto semakin meningkat,” ujarnya melansir CNBC International, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga
Arus Keluar ETF Spot AS Capai US$ 31 Miliar, Bitcoin Jatuh ke US$ 70.000
Tekanan juga diperparah oleh kinerja Bitcoin yang tertinggal jauh dari emas. Dalam setahun terakhir, Bitcoin turun hampir 30%, sementara emas justru melonjak sekitar 68%.
Dari sisi teknikal, pelaku pasar menyoroti level US$ 70.000 sebagai batas psikologis penting. Kepala riset CoinShares James Butterfill menyebut kegagalan bertahan di level tersebut membuka peluang penurunan lanjutan ke kisaran US$ 60.000–65.000.
Permintaan Institusional Berbalik Arah
Tekanan juga datang dari sisi permintaan institusional. Meskipun banyak di pasar kripto sebelumnya memuji investor institusional besar karena mendukung harga bitcoin, sekarang justru para pelaku pasar yang sama yang tampaknya menjual. "Permintaan institusional telah berbalik secara signifikan," kata CryptoQuant.
Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) AS, yang membeli 46.000 bitcoin pada waktu yang sama tahun lalu, menjadi penjual bersih pada tahun 2026, kata CryptoQuant.
Baca Juga
Laporan tersebut mencatat tanda-tanda mengkhawatirkan lainnya. “Bitcoin telah menembus di bawah rata-rata pergerakan 365 hari untuk pertama kalinya sejak Maret 2022 dan telah turun 23% dalam 83 hari sejak penembusan tersebut lebih buruk daripada fase penurunan awal tahun 2022,” kata analis CryptoQuant.
Rata-rata pergerakan melacak harga suatu aset selama sejumlah periode tertentu, menghaluskan fluktuasi harga jangka pendek untuk mengidentifikasi tren.
Laporan CryptoQuant menunjukkan bahwa investor institusi yang sebelumnya menopang harga Bitcoin kini berbalik menjadi penjual. ETF Bitcoin di AS, yang tahun lalu mencatat pembelian besar, justru menjadi penjual bersih pada 2026. Selain itu, Bitcoin tercatat telah menembus di bawah rata-rata pergerakan 365 hari, sinyal teknikal yang memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
Widget
Powered by Investing.com
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

