Wall Street Terpuruk Dipicu Aksi Jual Saham AI, Indeks Nasdaq Merosot Hampir 2%
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Rabu waktu AS atau Kamis (18/12/2025) WIB. Tren rotasi investor keluar dari saham-saham kecerdasan buatan (AI/artificial intellegence) berlanjut di Wall Street. Tekanan pasar dipicu laporan bahwa investor utama Oracle menarik diri dari salah satu proyek pusat data perusahaan tersebut.
Baca Juga
Indeks S&P 500 turun 1,16% ke level 6.721,43, sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,81% ke 22.693,32. Dow Jones Industrial Average juga melemah 228,29 poin atau 0,47% ke posisi 47.885,97.
Oracle, yang sebelumnya menjadi favorit pasar AI, anjlok 5,4% setelah Financial Times melaporkan bahwa rencana pendanaan Blue Owl Capital untuk pusat data Oracle senilai US$10 miliar di Michigan gagal, menyusul kekhawatiran terhadap utang dan belanja perusahaan. Oracle membantah laporan tersebut dan menegaskan proyek tetap berjalan.
Tekanan juga menyebar ke saham-saham AI lainnya. Broadcom turun lebih dari 4%, Nvidia hampir 4%, Advanced Micro Devices lebih dari 5%, dan induk Google, Alphabet, turun lebih dari 3%. Investor semakin waspada terhadap skema pendanaan berisiko terkait pembangunan pusat data berskala besar.
Menurut Brian Mulberry, manajer portofolio dari Zacks Investment Management, di pasar sedang terjadi rotasi dari saham pertumbuhan berkapitalisasi besar ke saham bernilai fundamental. Investor bersikap lebih defensif menghadapi ketidakpastian tahun depan, termasuk soal kebijakan moneter dan profitabilitas investasi AI.
“Saya pikir, orang-orang memposisikan diri mereka dalam posisi yang lebih defensif untuk apa yang akan terjadi tahun depan. Pertanyaannya, ‘Siapa yang akan memonetisasi investasi yang sangat besar ini di bidang AI?’” kata Brian Mulberry, seperti dikutip CNBC.
Oracle dan Broadcom, bersama dengan nama-nama lain di bidang AI, telah mengalami kerugian yang cukup besar pada bulan Desember, bulan yang telah menyaksikan investor beralih ke area pasar yang berorientasi nilai seperti keuangan. Hingga saat ini, Oracle dan Broadcom telah turun lebih dari 11% dan sekitar 19%, masing-masing. ETF State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) turun 2,6% bulan ini.
Volatilitas Meningkat
Mulberry memperkirakan bahwa rotasi dari saham-saham yang bernilai tinggi ke “sektor-sektor yang bernilai lebih wajar” akan berlanjut hingga tahun 2026. Dia meyakini tren ini - bersama dengan ketidakpastian seputar kebijakan moneter - dapat menyebabkan beberapa volatilitas.
“Pada titik ini, melihat faktor tertentu untuk menentukan kapan dan di mana momen profitabilitas AI akan terjadi, menjadi penting. Itu akan mencakup hal-hal seperti arus kas bebas. Neraca mungkin bisa dimanipulasi, tetapi tidak demikian halnya dengan arus kas bebas,” urainya. Menurut Mulberry, penggerak terbesar return kini telah berubah menjadi risiko terbesar bagi pasar.
Perdagangan di Wall Street Rabu menandai hari negatif keempat berturut-turut bagi S&P 500 dan Dow Jones.
Baca Juga
Kekhawatiran Ekonomi AS Bayangi Wall Street, Indeks Dow Jones Tergerus 300 Poin
Kedua indeks acuan tersebut mengalami kerugian pada hari Selasa setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis laporan pekerjaan November, yang juga mencakup data dari Oktober. Temuan tersebut membuka tabir kondisi ekonomi AS setelah penundaan data federal yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS.

