IHSG Diprediksi Cenderung Naik Hari Ini, Saham BKSL hingga MBMA Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/2/2026), diproyeksikan menguat terbatas pasca rebound awal pekan menuju kisaran resistance 8.297–8.408. Tiga saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan penguatan indeks kemarin didukung rebound saham perbankan dan komoditas emas. Adapun saham konglomerasi cenderung tertahan menunggu kelanjutkan kebijakan free float dan MSCI. Pergerakan indeks akan dipengaruhi aksi tunggu pemodal terhadap rilis pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat Tipis di Tengah Gejolak Pasar Global, Investor Cerna Laporan Laba Emiten
Pergerakan indeks juga akan dipengaruh laju bursa saham dunia, seperti kenaikan Dow jOnes sebanyak 0,53%. Sebaliknya indeks S&P500 anjlok 0,51% dan Nasdaq 1,51%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BKSL dengan target harga Rp 157-179, MBMA dengan target harga Rp 720-765, dan MEDC dengan target harga Rp 1.530-1.615.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 24,12 poin (0,30%) menjadi 8.146 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,43 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BUMI Rp 571,91 miliar dan ANTM senilai Rp 193,77 miliar.
Baca Juga
Lapangan Kerja AS Lesu, ADP Catat Penambahan Karyawan Januari Jauh di Bawah Ekspektasi
Terkait penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,32%, sektor keuangan 1,16%, sektor industry 0,72%, sektor transportasi 0,17%, dan sektor teknologi 0,03%. Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham sektor consumer primer dan infrastruktur.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti MBTO sebanyak 34,51% menjadi Rp 191 dan NZIA naik 34,31% menjadi Rp 137. ARA juga melanda saham INTD sebanyak 24,81% menjadi Rp 332 dan FITT menguat 24,42% menjadi Rp 535. Kenaikan pesat juga melanda saham NASI sebanyak 26,71% menjadi Rp 185.
