IHSG Diprediksi Sideways Hari Ini, Sebaliknya Saham PSAB hingga BWPT Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026), berpeluang bergerak sideways dengan support 6.300–6.320 dan resistance 6.400 - 6.450. Tiga saham ini, PSAB, ESSA, dan BWPT direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG diprediksi bergerak lebih terbatas, dengan investor mencermati perkembangan kebijakan BI serta data domestik. Berdasarkan kalender ekonomi, perhatian tertuju pada retail sales YoY yang diproyeksikan membaik menjadi 1,8% dari sebelumnya -3,9%.
Baca Juga
RANS dan Mayora Perkuat Kemitraan, Ekspansi IP ke Berbagai Kota
Jika realisasi sesuai atau di atas ekspektasi, dapat menjadi katalis positif terhadap persepsi konsumsi domestik, namun ruang penguatan IHSG masih berpotensi terbatas setelah kenaikan sebelumnya. “Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways. Rejection dari area 6.450 menjadi sinyal bahwa momentum penguatan mulai tertahan, sehingga IHSG berpotensi konsolidasi terlebih dahulu,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan Dow Jones sebanyak 0,11%. Pergerakan indeks juga dipengaruhi pelemah S&P500 dan Nasdaq. Sebaliknya harga minyak melambung lebih dari 5% dan emas mencatatkan kenaikan.
Seiring dengan pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PSAB dengan target harga Rp 530-545, ESSA dengan target harga Rp 715-740, dan BWPT dengan target harga Rp 101-105.
Baca Juga
87,53% Pemegang Polis Tak Tahu Asuransi yang Dimilikinya Dijamin LPS
Kemarin, IHSG BEI ditutup ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37, namun pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar. Net buy terbanyak melanda saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, dan BBCA mencapai Rp 75,10 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frofit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, GMFI naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.

