IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari ini, Saham IATA hingga SSIA Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026), diproyeksikan bergerak terbatas dalam kisaran 6.330–6.490. Tiga saham ini, BULL, IATA, dan SSIA, direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan pergerakan pasar saham domestic dipengaruhi respons investor terhadap keputusan BI Rate 5,75%. Sementara keputusan FTSE menunda penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026 menjadi perhatian terhadap potensi foreign flow.
Pergerakan indeks juga datang dari kenaikan harga minyak ke sekitar US$ 91/barel akibat ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan tensi AS-Iran kembali meningkatkan risiko inflasi serta volatilitas kebijakan moneter. “Secara teknikal, terbentuk shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali rejection di zona 6.400–6.450, mengindikasikan potensi konsolidasi atau profit taking lanjutan,” tulisnya.
Baca Juga
UEA Putus Hubungan Finansial dengan Iran, Harga Minyak Naik Lagi
Namun, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD yang tetap positif, sehingga bias jangka pendek belum berubah menjadi bearish. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada dampak FOMC Minutes terhadap yield US Treasury, dolar AS, dan appetite investor terhadap aset berisiko.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BULL dengan target harga Rp 470-500, IATA dengan target harga Rp 128-138, dan SSIA dengan target harga Rp 1.780-1.870. Sebaliknya saham TCPI direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 55,70 poin (0,86%) menjadi 6.394 disertai dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 933,53 miliar. Net buy terbesar didukung adanya crossing saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari pemodal domestic ke pemodal asing melalui pasar negosiasi dengan nilai Rp 1,47 triliun.
Baca Juga
Penurunan IHSG kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 1,21%, konsumer primer 1,05%, konsumer non primer 0,96%, industry 0,79%, energi 0,71%, keuangan 0,52%, teknologi 0,62%, transportasi 0,20%, dan kesehatan 0,76%. Sebaliknya penguatan dicatatkan property 0,39% dan infrastruktur 0,43%.
Tekanan IHSG juga dipicu kejatuhan saham besar ini, yaitu BYAN turun 9,41%. Pelemahan juga melanda saham emiten Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, dan FAST. Penurunan juga dipicu pelemahan saham AMMN, INDY, hingga TKIM.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut justru berhasil cetak lompatan harga, seperti FUJI naik 25% menjadi Rp 260, TIFA naik 24,84% menjadi Rp 382, FPNI naik 24,42% menjadi Rp 540, WEGE naik 23,64% menjadi Rp 68, dan TRUS naik 20,41% menjadi Rp 472.

