OJK Ungkap Asing Sudah Masuk Kembali ke Bursa RI di Tengah Pelemahan Pasar Saham Asia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,88% ke level 7.922,73 pada perdagangan hari ini. Meski mencatat penurunan cukup dalam, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai terdapat sejumlah indikator positif yang perlu dicermati secara lebih komprehensif.
Anggota Dewan Komisioner (DK) OJK sekaligus pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, setelah empat hari berturut-turut mencatatkan aksi jual, investor asing pada hari ini justru membukukan net buy sebesar Rp 654,9 miliar.
“Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini, setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” ujar pejabat OJK yang akrab disapa Kiki tersebut, Senin (2/2/2026).
Baca Juga
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia di tengah volatilitas. Dari sisi regional, Kiki menegaskan bahwa pelemahan pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah indeks utama Asia juga bergerak negatif, bahkan dengan tekanan yang lebih dalam. Indeks Kospi Korea Selatan tercatat turun sekitar 5,4%, diikuti pasar saham di Hong Kong, India, Singapura, dan China juga melemah.
Tak luput, komoditas emas turut mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, yang mencerminkan tekanan global yang lebih luas. “Jadi market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” imbuh Kiki.
OJK menilai koreksi IHSG juga dipengaruhi oleh aksi penyesuaian portofolio investor. Saham-saham yang mengalami penurunan umumnya merupakan saham dengan kenaikan harga yang signifikan dalam periode sebelumnya.
Baca Juga
OJK Pastikan Aturan Free Float Saham 15% Berlaku Februari–Maret 2026
Sebaliknya, saham-saham dengan fundamental yang kuat masih mencatatkan penguatan meskipun terbatas, menunjukkan selektivitas investor dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.
Mencermati perkembangan tersebut, OJK bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) terus memastikan agar seluruh aktivitas perdagangan di pasar modal berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
OJK juga mengaku akan terus memantau pergerakan pasar guna menjaga stabilitas serta melindungi kepentingan investor di tengah dinamika pasar global yang masih berlanjut.

