IHSG Ditutup Turun Hanya 1,06% hingga Big Cap Mulai Rebound, Bandingkan Intraday Sempat Anjlok 10%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026), ditutup turun sebanyak 88,36 poin (1,06%) menjadi 8.232. IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang pergerakan 7.481-8.320 dengan nilai transaksi Rp 64,17 triliun.
Penutupan indeks ini relative lebih baik, dibandingkan dengan perdagangan saham intraday sesi I sempat terkena trading halt selama 30 menit setelah IHSG terjun 8% hanya dalam 26 menit transaksi. Bahkan, IHSG sempat anjlok 839 poin atau lebih dari 10% menjadi 7.481 pada pukul 10.00 WIB.
Baca Juga
OJK: Aturan Demutualisasi BEI Ditargetkan Terbit Kuartal I 2026
Penurunan dalam indeks hari ini dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, kecualisaham sektor transportasi yang baik 0,76%. Penurunan paling dalam melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, property hingga energi.
Meski IHSG terjun bebas, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan mengesankan, seperti saham KIOS naik 27,87% menjadi Rp 156, AGAR naik 24,46% menjadi Rp 346, ELIT naik 23,02% menjadi Rp 342, AGRO menguat 19,91% menjadi Rp 1.325, GPSO naik 18,09% menjadi Rp 555.
Begitu juga dengan beberapa saham big cap ini mulai ditutup menghijau hari ini, yaitu saham BREN naik 2,71%, BBCA naik 2,49%, BBRI naik 5,29%, CUAN naik 18,59%, AMMN naik 2,14%, dan PTRO naik 2,75%. Kenaikan saham big cap memicu indeks LQ45 catatkan kenaikan hari ini.
Baca Juga
OJK: BEI Segera Revisi Aturan Free Float Saham Jadi 15%, Pelemahan IHSG Langsung Berkurang
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.

