Saham Big Cap Berguguran, IHSG Intraday Pagi Ini Anjlok lebih dari 2% dan Sebaliknya Saham HITS ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Senin (24/3/2025), anjlok dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dan kejatuhan saham-saham kapitalisasi pasar besar (big cap).
Hingga pukul 09.50 WIB, penurunan indeks mencapai 128 poin (2,97%) menjadi 6.129. Koreksi dipicu atas kejatuhan lebih dari 2% sektor energi, material dasar, consumer primer, property, dan kesehatan.
Baca Juga
Usai KRAS, Pemerintah Indonesia Alihkan 70% Saham Jasa Marga (JSMR) ke Danantara
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten milik Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham emiten empat bank besar. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil torehkan kenaikan tipis.
Meski IHSG anjlok, saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) masih berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (HIT) sebanyak 24,35% menjadi Rp 286. Kenaikan juga melanda saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) naik 15% menjadi Rp 69 dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 16% menjadi Rp 78.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI).
Baca Juga
Jelang Idulfitri Transaksi Remitansi BSI Tembus Rp 1,5 Triliun
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 123,49 poin (1,94%) menjadi 6.258,18. Investor asing makin gencar membukukan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 2,35 triliun didominasi BBCA Rp 1,32 triliun, BBNI Rp 514,20 miliar, dan BMRI sebanyak Rp 512,21 miliar.
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dipicu atas kejatuhan saham-saham bank besar, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, dan BBRI. Sebaliknya penguatan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT, belum mampu untuk menahan indeks dari penurunan dalam hari ini.

