Emas Tembus US$ 5.500, Bursa Asia Bergerak Bervariasi Pasca-Keputusan The Fed
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Harga emas spot melonjak ke rekor tertinggi baru pada Kamis (29/1/2026), setelah Federal Reserve Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran target 3,5% hingga 3,75%.
Logam mulia tersebut naik lebih dari 3% dan untuk pertama kalinya menembus level US$ 5.500 per ons.
Baca Juga
'Hype' Emas dan Perak Salip Kripto, Awas Risiko FOMO di Pasar
Pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,69%.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,18%, sementara Topix melemah 0,57%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 1,09%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 2,69%.
Saham Samsung Electronics menguat 1,6% setelah perusahaan melaporkan lonjakan laba kuartal keempat lebih dari tiga kali lipat pada Kamis, mencetak rekor baru dan melampaui perkiraan, didorong oleh kelangkaan chip memori dan kuatnya permintaan server kecerdasan buatan.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 27.565, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 27.826,91.
Investor akan mencermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia, yang anjlok lebih dari 8% pada Rabu setelah penyedia indeks MSCI mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier.
Goldman Sachs menurunkan rekomendasi Indonesia menjadi underweight seiring ekspektasi berlanjutnya aksi jual pasif, demikian disampaikan bank investasi tersebut dalam catatan yang dipublikasikan pada Kamis. Para strategis Goldman Sachs juga menilai perkembangan ini sebagai “beban” yang akan menghambat kinerja pasar.
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 sempat mencapai tonggak penting dengan menembus level 7.000 untuk pertama kalinya, sebelum berbalik arah setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan meningkatkan penilaiannya terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Indeks S&P 500 Sentuh Level 7.000, Reli Wall Street Terhenti Usai Keputusan The Fed
Indeks pasar luas tersebut ditutup turun tipis 0,01% di level 6.978,03. Sebelumnya, S&P 500 sempat naik 0,3% dan mencetak rekor intraday di level 7.002,28.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,02% dan ditutup di level 49.015,60. Nasdaq Composite mencatat kinerja lebih baik dengan kenaikan 0,17% ke level 23.857,45.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik setelah keputusan The Fed, seiring pernyataan bank sentral yang mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi “berkembang dengan laju yang solid” dan tingkat pengangguran “menunjukkan beberapa tanda stabilisasi.”
“Saya pikir, dan banyak kolega saya juga berpikir, sulit melihat data yang masuk dan mengatakan bahwa kebijakan saat ini sangat ketat,” ujar Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya.

