MRT Jakarta Rekayasa Lalin hingga November 2026 Imbas Penyelesaian Trase Thamrin–Monas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) akan melanjutkan rekayasa lalu lintas (lalin) mulai Januari 2026 hingga 30 November 2026 seiring pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A CP201 trase Stasiun MRT Thamrin – Stasiun MRT Monas.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo menyampaikan, rekayasa lalin dilakukan untuk mendukung sejumlah pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan pintu masuk stasiun (entrance), menara ventilasi (ventilationtower), akses pemadam kebakaran (fireaccess), serta pekerjaan pengembalian kondisi (reinstatement) dan pedestrian di sepanjang Jalan MH Thamrin.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor pelaksana senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung,” kata Rendy dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
Ternyata Segini Tarif MRT Jakarta jika Tak Disubsidi Pemprov Jakarta
Rekayasa lalin dilakukan secara bertahap, antara lain perpanjangan rekayasa lalin Stasiun MRT Thamrin Tahap 2D pada 16 Januari–8 Februari 2026, rekayasa lalin di sisi utara Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga 31 Mei 2026, serta pengembalian pedestrian tahap 1 di segmen Wahid Hasyim–Stasiun Thamrin pada periode Mei–Agustus 2026.
Selain itu, rekayasa lalin tahap 3A dan 3B Stasiun MRT Thamrin akan berlangsung mulai Februari hingga November 2026, termasuk pengaturan lalin di kawasan Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) dan Jalan Budi Kemuliaan untuk pekerjaan konstruksi koridor Entrance 6.
Selama pelaksanaan rekayasa lalin, kata Rendy, MRT Jakarta akan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum guna mendukung kelancaran arus kendaraan. “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama pekerjaan berlangsung,” tutur dia.
MRT Jakarta turut mengimbau para pengguna jalan dan angkutan umum untuk memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama periode rekayasa lalin berlangsung.
PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat progres fisik proyek MRT Jakarta Fase 2A trase Bundaran HI–Kota telah mencapai 58,89% per Desember 2025. Capaian tersebut berada di atas target pengerjaan yang ditetapkan sebesar 53,29%.
“Alhamdulillah, kita mencapai progres 58,89%, lebih tinggi dari rencana 53%. Untuk 2026, insyaallah kita teruskan sampai dengan 65,03%,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina dalam forum jurnalis di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Weni menjelaskan, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dibagi ke dalam tiga paket pekerjaan, yakni CP201 (Bundaran HI–Monas), CP202 (Harmoni–Mangga Besar), dan CP203 (Glodok–Jakarta Kota). “CP201 dari Bundaran HI ke arah Monas itu progres sudah di angka 91,16%. Jadi, insyaallah ini sudah hampir selesai dan siap untuk dioperasikan di tahun depan,” paparnya.
Baca Juga
MRT Jakarta Siapkan Dua 'Naming Rights' di Blok M Hub dan Blok A, Intip Investornya
Sementara itu, progres pekerjaan pada paket CP202, yakni trase Harmoni hingga Mangga Besar, telah mencapai 61,56%. Adapun progres paket CP203 (Glodok–Jakarta Kota) tembus 80,93%. “Jadi total keseluruhan (proges rata-rata proyek MRT Fase 2A) tadi di 58,9%,” terang Weni.
Selain pekerjaan sipil, MRT Jakarta juga mencatat progres paket pekerjaan sistem perkeretaapian dan jalur rel (railwaysystem and trackwork) untuk keseluruhan trase Bundaran HI–Kota sebesar 31,48%. Di sisi pengadaan sarana dan prasarana di dalam stasiun, proses lelang telah dilakukan dan saat ini memasuki tahap evaluasi.

