Net Sell Saham Mendadak Pesat Rp 6,17 Triliun, Aksi Buang Saham BBCA Jadi Penyumbang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026), sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit.
Aksi asing tersebut membuat BEI berubah menjadi net sell saham senilai Rp 3,71 triliun sepanjang year to date (ytd). Bandingkan dengan posisi kemarin yang masih mencatatkan total net buy sebanyak Rp 2,45 triliun.
Baca Juga
Bos BEI Minta Investor Tak 'Panic Selling' Usai Pengumuman MSCI
Net sell terbanyak kembali disumbangkan saham BBCA sneilai Rp 4,1triliun, BMRI senilai Rp 1,27 triliun, BBRI sebanyak Rp 1,13 triliun TLKM senilai Rp 564,51 miliar, dan ANTM senilai Rp 314,32 miliar.
Sebaliknya lima saham ini masih berhasil torehkan pembelian bersih (net buy), yaitu saham MDKA senilai Rp 204 miliar, ADRO sebanyak Rp 183,46 miliar, AMMN senilai Rp 176,79 miliar, dan EXCL sebanyak Rp 165,26 miliar, dan INDS sebanyak Rp 127,59 miliar.
Adapun penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Baca Juga
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 4,9 poin (0,05%) menjadi 8.980. pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,61 triliun dengan penyumbang terbesar BBCA senilai Rp 1,10 triliun.
Baca Juga
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,14%, konsumer primer naik 1,72%, sektor infrastruktur 1,59%, sektor energi naik 1,15%, dan sektor transportasi 0,59%. Sebaliknya penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,45%, sektor material dasar, 1,43%, dan keuangan 0,47%.
Meski IHSG ditutup naik tipis, sejumlah saham berikut berhasil bukukan lompatan harga, seperti saham LAJU naik 34,83% menjadi Rp 120, STAR naik 25% menjadi Rp 625, INAI Naik 24,79% menjadi Rp 292, BOGA menguat 24,78% menjadi Rp 1.435, ALKA naik 24,60% menjadi Rp 785, dan LMPI naik 23,81% menjadi Rp 312.

