IHSG Anjlok, Purbaya: a Good Time to Buy
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, anjloknya Indeks harga saham gabungan (IHSG) merupakan momentum untuk memborong saham. Diberitakan, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026), ditutup anjlok 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320. Rentang pergerakan 8.187-8.980 dengan nilai transaksi Rp 43,16 triliun hingga sempat terkena trading halt selama 30 menit.
Purbaya meyakini, fundamental ekonomi nasional sudah baik. Apalagi, katanya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia sudah semakin sinkron dalam kebijakan moneter dan fiskal. Dengan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter saja, Purbaya meyakini ekonomi nasional akan tumbuh 6%. Apalagi, Purbaya menyatakan, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi.
"Jadi, fiskal moneter saja 6% tahun ini. Bisa tambah yang lain, lebih cepat lagi. Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei. Harusnya sekarang a good time to buy," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
Purbaya mengungkap penyebab anjloknya IHSG. Selain sentimen terhadap pengumuman MSCI yang menyebut pasar saham Indonesia kurang transparan, Purbaya menyebut anjloknya IHSG juga disebabkan banyaknya saham gorengan.
"Ya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI itu, yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan," katanya.
Menurutnya, anjloknya IHSG juga disebabkan reaksi berlebihan pasar. Apalagi, pengumuman MSCI baru laporan awal yang akan diputuskan pada Mei mendatang.
Baca Juga
"Saya sudah bicara dengan Ketua OJK (Mahendra Siregar), dia bilang semuanya akan dibereskan sebelum Mei. Jadi ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global," katanya.

